Transformasi Besar STIEMA, Dari Sekolah Tinggi ke Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia

SEMARANG (Awall.id) – Perguruan Tinggi (PT) kini dituntut tidak hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menjamin mutu pendidikan yang diakui secara nasional maupun internasional. Akreditasi unggul menjadi salah satu tolok ukur penting yang semakin diperebutkan setiap program studi (prodi).

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang (STIEMA) termasuk di antaranya. Kampus ekonomi yang sudah melahirkan ribuan angkatan sarjana dan magister ini menargetkan seluruh prodi dapat meraih akreditasi unggul pada periode 2026–2028.

Target ambisius tersebut disampaikan Ketua STIEMA, Dr. Cahyani Tunggal Sari, SE, MA, MM dalam kegiatan pelepasan wisudawan di Hotel Patra Jasa Semarang, kemarin.

“Akreditasi unggul bukan hanya pencapaian administratif, tetapi komitmen kami untuk menghadirkan mutu perkuliahan terbaik. Kami ingin mahasiswa memiliki daya saing tinggi, akses lebih luas terhadap beasiswa, serta peluang internasional yang lebih terbuka,” ujar dia.

Baca Juga:  Danur Rispriyanto Kembali Dipercaya Jadi Manajer Tim Futsal Porwarnas Jateng

Akreditasi unggul, menurut Cahyani, akan membawa banyak keuntungan bagi mahasiswa maupun kampus. Di antaranya adalah peningkatan pengakuan kualitas pendidikan, akses kemitraan riset, hingga peluang pertukaran akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.

Bagi mahasiswa, status akreditasi unggul juga menjadi jaminan ketika melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.

“Kami ingin lulusan STIEMA tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkompetisi di ranah global,” tegasnya.

Salah satu prodi yang kini tengah dipacu meraih akreditasi unggul adalah Magister Manajemen (MM). Prodi ini baru saja meluluskan 20 mahasiswa angkatan ke-III yang siap mengabdikan diri di berbagai bidang profesi.

Baca Juga:  Merasa Kuat di Jateng dan Jatim, Cak Imin Percaya Diri Menang di Pilpres 2024

Tantangan Transformasi

Selain fokus pada akreditasi, STIEMA juga tengah menyiapkan langkah besar, yakni bertransformasi menjadi Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia.

Perubahan bentuk ini sejalan dengan kebutuhan zaman yang semakin menuntut integrasi antara ekonomi, teknologi, dan digitalisasi. Namun, Cahyani menekankan bahwa pihaknya masih harus menunggu asesmen resmi dari pemerintah.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga reposisi visi dan misi perguruan tinggi agar lebih adaptif dengan kebutuhan industri digital. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era 5.0,” katanya.

Pada wisuda periode ke-39 kali ini, STIEMA melepas 407 lulusan, termasuk 20 orang dari program magister. Mereka, menurut Cahyani, tidak hanya dibekali ilmu akademis, tetapi juga nilai integritas, jiwa kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Baca Juga:  Untuk Menjaga Layanan Kepada Masyarakat, Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas SPBU Nakal Di Yogyakarta

Ia berharap, lulusan tidak berhenti pada orientasi menjadi karyawan atau pegawai, melainkan juga berani mengambil peran sebagai wirausaha. “Kita butuh generasi yang mampu membuka lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. Termasuk bagi yang ingin merintis bisnis digital, kampus mendorong sepenuhnya,” ujarnya.

Dengan strategi percepatan akreditasi, dorongan inovasi, dan langkah menuju universitas digital, STIE Semarang berharap dapat menempatkan diri sebagai salah satu kampus ekonomi unggulan di Jawa Tengah.

“Visi kami jelas, mencetak generasi berdaya saing global, berintegritas, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Cahyani

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *