Wisata Jateng Sepi Saat Lebaran 2025, Kunjungan Turun 8 Persen dari Tahun Lalu

JAKARTA (Awall.id) – Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri 2025 ternyata tidak mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Berdasarkan data sementara dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, tercatat hanya 3,7 juta wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di provinsi ini sejak 23 Maret hingga 7 April 2025.

Angka tersebut tidak hanya gagal mencapai target 4,5 juta wisatawan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun juga mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Baca Juga:  Raih Penghargaan Pemerhati Wayang, Irwan Hidayat : Semarang Punya Potensi Saingi Bali

“Menurun kurang lebih 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Update terbaru sampai 7 April 2025 menunjukkan ada 3.716.906 orang,” ujar Kepala Disporapar Jateng, Agung Hariyadi, kepada wartawan, Rabu (9/4/2025).

Menurut Agung, salah satu penyebab utama penurunan ini adalah turunnya jumlah pemudik yang pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah, yakni mencapai sekitar 19 persen dari tahun lalu. Ia juga menyoroti pergeseran pola kunjungan wisata, di mana masyarakat kini lebih memilih destinasi terbuka yang tidak memungut tiket masuk.

Baca Juga:  Inkubator Bisnis USM Sukses Gelar Arto Moro EduTalks

“Kita belum bisa menyimpulkan kaitannya dengan daya beli masyarakat karena masih perlu kajian lebih lanjut. Tapi kecenderungannya, masyarakat lebih memilih tempat wisata terbuka non-tiketing dan taman bermain,” jelas Agung.

Fenomena ini tercermin dari ramainya kunjungan ke pusat kuliner, mal, dan ruang terbuka publik. Misalnya, Festival Lebaran balon udara di Wonosobo yang viral di media sosial mampu menarik ribuan pengunjung tanpa memungut tiket masuk. Di sisi lain, destinasi wisata berbayar (DTW) justru mengalami penurunan, sebagian disebabkan oleh cuaca buruk.

Baca Juga:  Begini Tanggapan Jokowi Soal Sindiran Megawati tentang Orde Baru

“Beberapa pengelola DTW melaporkan bahwa intensitas hujan yang tinggi turut memengaruhi minat kunjungan wisatawan,” tambahnya.

Tren ini menunjukkan adanya perubahan perilaku wisata masyarakat pasca pandemi, di mana pengalaman, akses gratis, dan kebersamaan keluarga lebih diutamakan daripada kunjungan ke tempat-tempat wisata komersial. Pemprov Jateng kini menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan pola baru ini dalam merancang strategi pengembangan pariwisata ke depan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *