Mahasiswa Prodi Pariwisata USM Ikuti Outing Class di Desa Wisata Nglanggeran

Kegiatan Outing Class yang diikuti 80 mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM), berlangsung di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 2-3 Desember 2024. Para mahasiswa mendapatkan beberapa edukasi, salah satunya terkait peternakan kambing etawa
Kegiatan Outing Class yang diikuti 80 mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM), berlangsung di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 2-3 Desember 2024. Para mahasiswa mendapatkan beberapa edukasi, salah satunya terkait peternakan kambing etawa

YOGYAKARTA (Awall.id) – Sebanyak   mengikuti Outing Class di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2-3 Desember 2024.

Kegiatan tersebut merupakan penerapan praktikum lapangan dari mata kuliah pariwisata desa dan kota.

Dosen pengampu mata kuliah Pariwisata Desa dan Kota USM, Muchammad Satrio Wibowo, S.Kel. M.Sc mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi penggabungan antara teori dan praktik dalam sistem pembelajaran sekaligus membuat mahasiswa dapat merasakan berwisata sambil belajar.

Baca Juga:  Ganjar Gandeng UGM untuk Menangani Stunting dengan Beras Fortifikasi di 253 Desa di Jateng

”Melalui kegiatan ini harapannya mahasiswa bisa mengetahui sistem pengelolaan desa wisata secara langsung. Apalagi dijelaskan langsung oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran, sehingga sumber daya manusia mahasiswa bisa dibentuk sebelum terjun ke dunia kerja secara profesional,” katanya.

Menurutnya, selama kegiatan dipandu oleh Marketing Desa Wisata Nglanggeran, Heru Purwanto. Mahasiswa mendapatkan penjelasan sejarah dan perjuangan masyarakat dalam mewujudkan desa wisata yang aman dan nyaman.

Baca Juga:  Korban Tanah Longsor Lempongsari Terima Bantuan Baznas, Arnaz: Untuk Ringankan Warga

”Selain itu, mahasiswa diajak praktek dan edukasi olahan dodol kakao, edukasi peternakan kambing etawa, melihat keberadaan embung nglanggeran, hingga melakukan soft tracking Gunung Api Purba,” ujarnya.

Kaprodi Prodi S1 Pariwisata USM, Herman Novry Kristiansen Paninggiran, SE. M.MPar, mengaku pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut.

”Saya sangat mendukung Outing Class karena mahasiswa pariwisata belajar di kelas itu tidak cukup. Mereka harus ke masyarakat atau industri untuk melihat relevansi apa yang diajarkan dalam kelas dan di lapangan. Kegiatan ini tentu untuk menambah wawasan mahasiswa juga dengan melihat secara nyata, kira-kira teori yang dipelajari nyambung atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sambut Isra Miraj, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ingatkan Silatturahmi Jangan Terputus Karena Pilpres

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *