Jelang Pemungutan Suara Ulang, KPU Nonaktifkan 7 Anggota PPLN Kuala Lumpur

Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari
Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari

JAKARTA (Awall.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menonaktifkan atau memberhentikan sementara tujuh anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia.

Informasi tersebut disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (26/2/2024).

Menurut Hasyim, alasan penonaktifan itu terkait masalah dalam pendataan pemilih yang mengakibatkan pemungutan suara metode pos dan kotak suara keliling (KSK) harus diulang.

“Kami sudah menonaktifkan atau memberhentikan sementara tujuh anggota PPLN karena ada masalah dalam tata kelola pemilu di Kuala Lumpur,” ujar Hasyim.

Hasyim menjelaskan, pelaksanaan pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur akan diambil alih oleh KPU RI. Nantinya juga ada beberapa anggota yang akan ditugaskan ke Kuala Lumpur.

“Kemudian didukung oleh tim sekretariat jenderal. Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan kantor perwakilan di Kuala Lumpur,” katanya.

KPU mengambil langkah menggelar pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur dengan tujuan untuk melakukan pemutakhiran data pemilih. Sebab, dalam proses pendataan daftar pemilih pada 2023, dari total 490 ribu pemilih yang seharusnya dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit), kurang lebih hanya 12 persen pemilih yang dilakukan coklit.

Hasyim menuturkan kendala dalam proses coklit itu lantaran alamat dari para pemilih. Dia menyebut hanya sekitar 62 ribu yang alamatnya dapat dikenali.

“Kita teliti ya. Belum kita bisa pastikan, tapi kira-kira begini, 497 ribu itu DP4, data penduduk potensial pemilih. Dan kemudian dicek yang alamatnya dikenali, itu sekitar 62 ribu dan yang lain itu alamatnya tidak dikenali. Karena apa? ‘KL, Malaysia’ begitu saja,” sambung dia.

Oleh karena itu, kata dia, KPU akan lebih teliti dalam melakukan pemutakhiran ulang data pemilih. Ia tak pungkiri pemutakhiran ulang data pemilih di Kuala Lumpur akan mengalami penurunan drastis.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *