Khofifah Penuhi Janji Gabung TKN, Daya Gedor Prabowo-Gibran Bertambah

SURABAYA (Awall.id) – Usai pulang dari umroh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi janjinya bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Saya sudah pulang umrah, sesuai janji saya bahwa saya siap masuk TKN,” kata Khofifah di VIP Room Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.
Khofifah juga mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Sekretaris TKN Nusron Wahid. Khofifah meminta Nusron untuk mencantumkan namanya di daftar TKN Prabowo-Gibran.
“Saya bilang silakan saya dimasukkan di dalam tim dan silakan disampaikan revisi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, mungkin besok baru diumumkan oleh TKN,” ujar Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.
Bahkan, Khofifah menyebut siap apabila harus didapuk sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas) pasangan Prabowo-Gibran. “Silakan saya dimasukkan sebagai jurkamnas,” ucapnya.
Sementara, terkait jabatan Gubernur Jawa Timur yang masih diemban, Khofifah mengatakan siap mengikuti seluruh aturan. Dia mencontohkan seperti halnya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang kini sedang mengambil cuti di masa kampanye.
“Apa yang jadi regulasi akan saya ikuti, seperti Pak Wakil Gubernur ini cuti. Saya juga mengikuti sesuai SOP yang ada,” katanya.
Bergabungnya Khofifah di TKN, menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, akan menambah daya gedor sekaligus meningkatkan elektabilitas pasangan calon nomor urut 2 itu.
“Ya, tentu ini menambah daya gedor dari kubu Prabowo-Gibran,” kata Ujang, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Menurut Ujang, bergabungnya Khofifah menjadi bagian dari TKN Prabowo-Gibran memang bukan sesuatu yang mengagetkan dan telah diprediksi jauh-jauh hari, meskipun dalam perjalanannya selalu mendapat “godaan” dari pasangan calon lain.
Status Khofifah sebagai gubernur dan tokoh masyarakat di Jawa Timur dinilainya akan memberikan keuntungan bagi Prabowo-Gibran serta diyakini akan mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut.
“Tentu dengan dukungan ke Prabowo-Gibran bisa mendongkrak elektabilitas mereka, karena posisi gubernurnya itu menentukan dan sangat disukai oleh masyarakat Jawa Timur,” tambah Ujang.
Selain itu, latar belakang Khofifah sebagai ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) juga diyakini mampu meraup ceruk suara warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.
“Dalam konteks ceruk suara Nahdliyin kemungkinan besar di Jawa Timur akan berpihak mendukung Prabowo-Gibran, karena kita tahu ada Khofifah, ada Pakde Karwo (mantan gubernur Jawa Timur Soekarwo), juga lalu ada tokoh NU lain ke pasangan calon nomor urut 2. Jadi, kelihatannya suara Nahdliyin tertarik ke nomor 2,” kata Ujang.




















