Kemenpora juga Beri Penghargaan kepada Ketua Umum TI Jateng Alex Harijanto

SEMARANG (Awall.id) – Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah  Master Alex Harijanto menerima Penghargaan Pelaku Olahraga Berprestasi kategori Penggerak dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Bagi Alex, ini merupakan penghargaan pertama  yang diterimanya dari Kemenpora. Namun sebelumnya, Pemerintah di era Presiden Soeharto telah memberinya Bintang Tanda Jasa atas kiprahnya membawa  Tim Taekwondo Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992 dengan capaian 3 perak dan 1 perunggu.

Penghargaan berupa piagam yang ditandatangani oleh Menpora Ario Bimo Anindito Ariotedjo itu diserahkan oleh Ketua Tim Bidang Olahraga Wisata, Petualangan dan Tantangan Bidang Wisata Olahraga pada Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Luluk Hadiyanto, di Hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang, Sabtu 21 Oktober 2023.

Selain Alex, tokoh  olahraga Jateng yang meraih  penghargaan Kemenpora yaitu Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS untuk  kategori Wartawan Olahraga.

Alex Harijanto menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menpora Dito Ariotedjo yang telah memberi penghargaan. Pria yang berlatih taekwondo sejak 1978 di Semarang itu tak menyangka mendapat pengakuan dari Kemenpora atas dedikasinya, baik sebagai pelatih dan pembina taekwondo.

”Setelah hampir 40 tahun mengabdi di cabang olahraga taekwondo, baru kali ini saya mendapatkan piagam penghargaan Kemenpora. Bagi saya, ini akan lebih memompa saya untuk lebih baik lagi membantu pembinaan taekwondo dalam skala nasional,” kata pria yang pernah memimpin Tim Indonesia meraih tiga perak di Asian Games Seoul 1986 dan tiga emas di Eropa Open, Belgia tahun 1992 itu.

Menurut Alex, pihaknya ingin memberikan sumbangan pemikiran kepada dunia olahraga taekwondo di Tanah Air. Pasalnya dia melihat, sistem pembinaan taekwondo perlu diubah agar melahirkan atlet-atlet yang disegani seperti era Amalia Kurniasih Palupi dan Juana Wangsa Putri.

”Dulu, di arena SEA Games taekwondo, begitu lawan bertemu ketemu Indonesia saja sudah keder. Saya berharap taekwondo Indonesia kembali menjadi negara yang diperhitungkan di kancah internasional,” bebernya.

Cabang taekwondo Jateng di era kepemimpinan Alex Harijanto meroket setelah menyumbangkan 4 emas, 6 perak, 5 perunggu di PON XX 2021 di Papua.

Tetap Membina

Dia mengatakan, sampai kapan pun, dirinya akan tetap akan mengabdikan diri di dunia taekwondo. Bahkan sesekali dia memotivasi para atlet yang menghuni Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) di Gelora Jatidiri.

”Mereka adalah generasi emas yang disiapkan Jateng menuju Olimpiade. Maka saya pun ikut  cawe-cawe untuk memantau kondisinya, sarana prasarana latihan. Sejak dulu saya berprinsip ”Taekwondo Jateng Menuju Pentas Dunia”,” tandas sosok  inspirator yang pernah meluncurkan buku biografinya,”Tak Kaya Harta Namun Berjiwa” itu.

Sementara itu, perwakilan dari Kemenpora Luluk Hadiyanto mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk kehadiran dan apresiasi  Pemerintah kepada pelaku-pelaku olahraga hebat di zamannya.

”Mungkin penghargaan ini tak seberapa, namun ini bentuk perhatian Pemerintah agar  jasa-jasa pelaku olahraga yang berkontribusi bagi kemajuan olahraga selalu diingat. Termasuk Master Alex ini yang telah memberikan sumbangsih tak sedikit untuk negara,” kata mantan pebulutangkis nasional itu.

Luluk menyebut, penghargaan dalam memperingat Haornas 2023 ini diberikan kepada 53 pelaku olahraga yang terdiri atas atlet, pelatih, mantan atlet, mantan pelatih, wartawan olahraga, dan mereka yang berjasa  tidaknya hanya berkecimpung di olahraga prestasi tapi juga olahraga masyarakat.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *