Rais Aam PBNU: Ketertiban Adalah Kunci Berjalannya Organisasi

Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menyampaikan sambutan pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.
Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menyampaikan sambutan pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

JAKARTA (Awall.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menjelaskan bahwa Munas Konbes 2023 adalah Munas pertama dan Konbes kedua di masa kepemimpinannya bersama Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

Sebelumnya, PBNU telah melaksanakan Konbes pertama di Jakarta pada tahun 2022. “Sebagai Konferensi Besar (Konbes) ini adalah yang kedua setelah kita selenggarakan tahun lalu. Tetapi Munas Alim Ulama ini adalah yang pertama untuk periode ini,” jelas Gus Yahya.

Lebih lanjut Gus Yahya menjelaskan bahwa Munas dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar NU. Para peserta dalam forum tersebut akan membahas dan bermusyawarah untuk kemudian mengambil sejumlah keputusan terkait konsolidasi dan agenda organisasi.

“Dan juga (membuat) panduan-panduan yang disampaikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama kepada warga Nahdlatul Ulama, kepada umat, dan masyarakat pada umumnya di dalam menghadapi berbagai masalah dan dinamika masyarakat ke depan,” pungkasnya.

Sementara Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengungkapkan bahwa PBNU mendampingi umat untuk memenangi masa depan. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, penting bagi organisasi menjaga ketertiban. Sebab, ketertiban adalah kunci berjalannya organisasi.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut mengingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan agar pemahaman nahdliyyin terhadap NU tidak semakin menipis. Kemudian  “Munas dan Konbes ini tiada lain ini menyadarkan kita bahwa 1 abad telah lewat. Sunattullah agama setiap 1 abad dibutuhkan para pembaharu,” imbuhnya.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2023 yang dibuka Presiden Joko Widodo pada Senin (18/9/2023) itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *