Tak Sampai 4 Jam, Polisi Tangkap Pelaku KDRT di Sendangguwo Semarang

SEMARANG (Awall.id) – Polisi kurang dari 4 jam berhasil menangkap Yuda Bagus (34) merupakan suami yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istri hingga tewas di sebuah rumah yang berada di Jalan Sendangguwo Selatan RT 15 RW 02, Kelurahan Sendangguwo, Senin (28/8/2023), dini hari.

Tersangka ditangkap di daerah Kedungmundu pada pukul 07.30. Saat ini, Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Pelaku sudah tertangkap,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar lewat pesan singkat, Senin (28/8/2023).

Pelaku ditangkap di daerah Kedungmundu Semarang. Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah Maulidiawati mengatakan suami korban bernama Yuda Bagus itu diamankan sekitar pukul 07.30 WIB.

“Sementara pelaku masih di Polsek, laporan tadi diamankan di daerah Kedungmundu sekitar jam 07.30,” jelas Wahdah.

Diketahui, korban atas nama Arisa Ariani (22) meninggal dunia di kamarnya, Sendangguwo, Tembalang, Semarang. Polisi menerima laporan pukul 04.00 WIB dan saksi menyebut sempat ada keributan di kamarnya sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban ditemukan meninggal dengan luka di kepala dan memar di tubuhnya. Sebelum diduga melakukan KDRT, Yuda disebut berteriak marah-marah di depan rumahnya hari Minggu (27/8) malam kemarin bahkan sampai dibawa ke Polsek Tembalang.

“Saya kan laporan ke Libas kemudian dijemput. Sudah ke Polsek kemarin malam jam 12-an. Di sana terus buat surat pernyataan tidak mengulangi. Kembali ke sini saya goncengkan. Malem pulang, malah tadi kejadian itu sekitar jam 03.18,” ujar ketua RT setempat, Novri.

Disisi lain, Ayah pelaku yang tinggal satu rumah, Suwito (63) mengatakan memang ada keributan namun ia tidak berani mendekat karena anaknya memang tempramen. Sejak awal bulan Agustus ini memang keduanya sering bertengkar.

“Sejak Agustus awal sudah cekcok sampai sekarang ini,” kata Suwito di lokasi, Senin (28/8/2023).

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Sementara itu korban meninggal dengan sejumlah luka lebam.

Dugaan sementara pelaku juga melakukan aksinya menggunakan alat ukir karena pekejaaannya membuat sarung untuk keris.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *