BBSPJIKB Adakan Workshop Batik di Jawa Tengah

SEMARANG (Awall.id) – Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian mengadakan workshop batik pemanfaatan produk turunan kelapa sawit untuk UKM di Batik Semarang 16 Jalan Sumber Rejo Meteseh Semarang, Selasa (29/8/2023).

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Tirta Wisnu Permana menjelaskan kegitan ini diikuti 50 peserta dari 16 kab/kota agar bisa lebih trampil dalam pembuatan malam batik dan juga produk turunan kelapa sawit.

“Kami berharap para peserta lebih mumpuni dalam membuat malam batik dari produk turunan sawit dan zat warna batik dengan memanfaatkan cangkang kelapa sawit yang selama ini menjadi limbah. Kami juga berharap dari 50 peserta ini lahir pengusaha pejuang pejuang industri ¬†kreatif dan batik kedepan dicintai anak muda,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa workshop ini bertujuan untuk mengembangkan sektor kelapa sawit menjadi produk kreatif yang bisa dikembangkan dalam produk industri.

“Kelapa sawit bisa dikembangkan lebih kreatif seperti malam batik. Harapannya November 2023 bisa lebih berkembang untuk produk kerajinan berbasis kelapa sawit,” ungkap Wisnu.

Tirta Wisnu mengatakan pengembangan produk turunan kelapa sawit ini sudah dilakukan sejak 2019 lalu.

“Kami mencoba beberapa contoh dan diharapkan industri malam untuk pembatikan berbasis sawit lebih maju dan berkembang,” tambahnya.

Sementara, Kadiv UKMK BPDPKS, Helmi Muhansah memaparkan akan berupaya mensosialisasikan keunggulan sawit dari berbagai olahan.

“Meski di Semarang tidak ada sawit tapi kami bisa memanfaatkan berbagai produk berbasis sawit. Kami wajib mempromosikan kebaikan kebaikan sawit. Sawit bisa digunakan sebagai industri kreatif seperti membatik dari sisi malam batiknya. Sisi pewarnanya dari cangkang sawitnya. Saat ini sudah berkembang dari riset ada bio material bisa menjadi kain,” tambah Helmi.

Diketahui, workshop batik pemanfaatan produk turunan kelapa sawit ini digagas oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dan Batik Semarang 16.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *