Wahid Foundation Dorong Warga Jetis dalam Menangani Kasus Kekerasan Berbasis Seksual

KLATEN (Awal.id) – Sekitar 30 warga Desa Jetis Kabupaten Klaten mendapat pelatihan dan materi penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Pelatihan tersebut digelar oleh Wahid Foundation (WF) melalui program WISE A2J yang difasilitatori oleh LRC-KJHAM Semarang.

“Materi ini mencakup pengetahuan dasar tentang seks dan gender,” ujar Fanani selaku ketua pelaksana kegiatan, Kamis (17/5) lalu.

Fanani menjelaskan, metode diskusi kelompok digunakan dalam sesi ini untuk mendiskusikan peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di ranah domestik atau rumah tangga.

Baca Juga:  Rifan Financindo Berjangka Semarang Gandeng UNNES, Dorong Gen Z Cerdas Finansial

“Dari hasil diskusi inilah, fasilitator mengerangkainya dalam perspektif HAM dan HAP, serta turunan instrumentnya, baik di level internasional maupun nasional, lalu focus pada UU TPKS,” urainya.

Untuk lebih focus pada materi UU TPKS tersebut, Fanani menambahkan, fasilitator mengajak peserta untuk melakukan diskusi kelompok terkait materi UU TPKS tersebut. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan metode café shop.

Kemudian ada pula materi pendalaman tentang 4 Pilar (Pencegahan, Pendampingan, Pemulihan dan Pemantauan), yang kemudian dilanjutkan dengan mekanisme monitoring dan pelaporan terkait kasus KBG dan TPKS.

Baca Juga:  Rumah Guru Honorer akan Direhab, Ibunya Nangis Minta Ganjar Belikan Kasur Mentul

Peserta mendapatkan materi terkait dengan prinsip dan teknis dasar pendampingan terhadap korban. Sesi ini menggunakan metode diskusi kelompok untuk menentukan proses penanganan dan penyelesaian kasus dalam studi kasus.

“Setelah masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, fasilitator mengajak peserta untuk bermain peran terkait dengan mekanisme penyelesaian kasus KBG dan TPKS,” ujar Fanani.

Di seai terakhir, fasilitator menggunakan metode bermain dan diskusi untuk merefleksikan dan menganalisa proses bermain peran tersebut.

Baca Juga:  Wahid Foundation Latih Pendamping Korban Kekerasan Seksual di Tipes Surakarta

Sesi terakhir Pelatihan ini adalah mereview kerangka kerja WCC yang telah disusun sebelumnya. Setiap peserta diminta untuk memberikan umpan balik dan masukan terhadap draft kerangka kerja tersebut, yang akhirnya fasilitator memberikan masukan dan final reviewnya.

“Final review inilah yang kemudian direkomendasikan untuk dipresentasikan di forum desa sebagai salah satu media untuk mendapatkan dukungan atas inisiasi WCC, baik dari masyarakat maupun dari pemerintah desa,” tutupnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *