Jembatan kaca Tinjomoyo Tak Kunjung Usai, Disbudpar Kota Semarang Usul Pembangunan Lanjutan

SEMARANG (Awal.id) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mengusulkan adanya pembangunan lanjutan Jembatan Kaca Tinjomoyo.

Hingga saat ini, jembatan kaca tersebut belum dioperasionalkan mengingat masih menunggu hasil kajian kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo masih dinilai satu tahap karena baru sepotong jembatan. Masih banyak sarana prasarana yang dibutuhkan. Misalnya, railing tangga kanan dan kiri secara K3 kurang memenuhi syarat karena ketinggiannya kurang. Selain itu, naik turun pengunjung masih nenggunakan satu tangga karena baru dibangun satu akses.

Baca Juga:  Tepis Isu Cawe-cawe Jokowi, Istana Sebut Pilkada Wewenang Parpol

Pembangunan menjadi wewenang Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Pihaknya telah mengusulkan ada pembangunan lanjutan agar memudahkan wisatawan.

“Namun, tahap pertama ini tidak muspro. Kami akan segera realisasikan operasional setelah hasil kajian selesai,” papar Wing, Selasa (2/5/2023).

Menurutnya, secara kontruksi, jembatan tersebur sangat baik. Namun, perlu ada mekanisme naik turun wisatawan dan keamanan harus dipersiapkan dengan baik. Perlu ada SOP yang diberlakukan saat operasional.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Prediksi Puncak Pemudik Lebaran 2025, Segera Cek Tips Menghindari Antrian Panjang!

DPU masih menunggu rekomendasi hasil kajian. Pihaknya tidak ingin ada kecelakaan atau indisen yang tidak diinginkan.

“Dari hasil kajian, akan diketahui kapasitas berapa. Walaupun secara konsturksi kuat, secara pengamanan harus kami persiapkan,” terangnya.

Selain SOP, lanjut Wing, para petugas yang nantinya bertugas di jembatan kaca juga perlu diberi pelatihan. Mereka harus memiliki sertifikasi K3. Dia menargetkan, operasional jembatan kaca bisa dimulai pada semester dua tahun ini.

Baca Juga:  Diantar Gibran Kunjungi Gubernur Ganjar, Bima Arya Mengaku Ngobrol Banyak Hal

“Target semester dua awal kami operasionalkan. Kami perlu pelatihan kepada petugas, penetapan SOP, bagaimana evakuasi apabola ada kendala perlu disiapkan,” jelasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *