HIPMI Siap Bersinergi dengan Stakeholder Pemerintah untuk Kemajuan Wirausaha
SEMARANG (Awal.id) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah siap bersinergi beberapa stakeholder Pemerintah untuk kemajuan para wirausaha di Kabupaten maupun Kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Wulan Rudy Prasetiyo mengatakan bahwa siap bersinergi dan berkomunikasi bersama dengan stakeholder forkopimda Provinsi, Kota, Perbankan dan stakeholder yang lain tentunya yang berhubungan dengan pebisnis untuk memajukan usaha para anggota HIPMI.
“Kami ingin dekat dengan stakeholder kami, yang yang stakeholder kami juga cukup majemuk baik itu forkopimda, stakeholder perbankan dan juga dari stakeholder yang lain yang berhubungan dengan pebisnis, kami mencoba untuk komunikasi disini bersama,” ujar Rudy disela-sela acara halal bihalal HIPMI Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (29/5/2023).
Menurutnya, dengan dekatnya dekat beberapa stakeholder bisa menyampaikan beberapa hal yang hal ini bisa dieksekusi oleh masing-masing DPP Kota untuk kemajuan wirausaha.
“Tentunya dengan dekatnya kami dengan stakholder dengan pemerintah baik itu dari pak Gubernur dan Bupati-Wali Kota kami bisa menyampaikan beberapa hal yang hal ini bisa dieksekusi oleh masing-masing DPP Kota untuk kemajuan wirausaha. Seperti cpntoh tentang suku bunga yang bisa diintervensi, ada beberapa BMUD yang bisa dimitra kelola lagi. Ada banyak hal yang bisa dikomunikasikan antara kami dengan stakeholder,” ujarnya.
HIPMI Pesantren
Disiai lain, dalam acara tersebut, ia mengtaakan bahwa Hipmi Jateng juga membentuk Hipmi Pesantren. Ia menyebut, dibentuknya HIPMI di pondok pesantren itu bertujuan untuk memajukan ekonomi di pesantren.
“Sebelumnya, HIPMI juga telah membentuk HIPMI Perguruan tinggi. Melalui pesantren ini, kami ingin bersinergi dan pengusaha muda siap mengawal perekonomian Indonesia,” tandasnya.
Sementara, Ketua Umum DPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini merupakan hasil dari hilirisasi dan digitalisasi.
“Saya berharap, hilirisasi itu terus merambah ke industri kecil dan smelter. Kemudian, pertumbuhan UMKM saat ini merupakan hasil dari digitalisasi,” katanya.
Sedangkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pertumbuhan pengusaha di Indonesia masih cukup rendah, untuk itu dia mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) agar mendampingi dan mengajari pengusaha muda agar bisa tumbuh.
“Kawan-kawan HIPMI yang lagi berkumpul bisa mendorong, mengajari, dan mendampingi agar pengusaha muda bisa tumbuh ya. Startup dan entrepreneur baru karena kita posisinya kan masih sedikit sekali, belum ada 4 persen ya,” bebernya.
Terkait hal HIPMI Pesantren, Ganjar mengatakan program itu dapat berjalan bersama dengan program Provinsi Jawa Tengah yang diinisiasi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yaitu Ekotren. Sebelumnya, HIPMI Jateng juga sudah mengadakan HIPMI Perguruan Tinggi.
“Saya senang karena tadi ada program dari HIPMI. Ini bekerja sama dengan mahasiswa di perguruan tinggi, sekarang menyiapkan di pondok pesantren. Dulu Pak Wagub sudah menyiapkan, bagus programnya, Ekotren. Ekonomi di pondok pesantren kita gerakkan. Kalau hari ini mereka bisa berdampingan dan bekerja sama dengan HIPMI, tentu saja banyak pelajaran yang bisa didapat,” jelas Ganjar.
Melalui program yang dimiliki oleh HIPMI itu, Ganjar berharap pertumbuhan pengusaha dan entrepreneur terus meningkat. Para pengusaha yang bergabung di HIPMI diharapkan bisa membagi ilmunya kepada pengusaha yang sedang merintis. Sehingga, harapannya kemandirian ekonomi dapat diciptakan.
“Jadi bisa berbagi. Ya mental sebagai pengusaha, ya belajar pembukuan, ya belajar fungsi-fungsi manajerial sehingga nanti kita harapkan muncul pemuda yang lebih banyak untuk menjadi lebih entrepreneur. Apalagi kita butuh mandiri dari sisi ekonomi, maka perlu diciptakan lebih banyak lagi pengusaha,” pungkasnya.



















