Sastrawan Handry TM Meninggal Dunia
SEMARANG (Awal.id) – Sastrawan Kota Semarang, Handry TM, meninggal dunia di RSUD KRMT Wongsonegoro, Ketileng Semarang, Jumat (24/2) pukul 23.39 WIB setelah beberapa waktu dirawat di RS tersebut.
Pemilik nama lengkap Handriyo Utomo itu termasuk sastrawan yang komitmen pada profesinya. Sebagai penulis, Handry tetap produktif berkarya, bahkan sampai akhir hayatnya, Dari tangannya banyak lahir beberapa karya novel, puisi, cerpen, atau esai.
Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal, Handry masih sempat membagikan buku karyanya, sebuah kumpulan cerpen berjudul Ruang Tunggu, untuk teman-temannya sesama penyandang gagal ginjal.
Handry membagikan buku itu di rumah sakit, saat dia bersama teman-temannya menjalani hemodialisis atau cuci darah, yang memang rutin dijalani setiap minggu.
Sebelum secara khusus menekuni profesinya sebagai penulis, Handry pernah bekerja sebagai wartawan, tetapi kemudian memilih resign, dan berusaha sendiri. Dia menulis skenario dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh perfilman nasional.
Handry menulis sejak masih duduk di bangku SMP Muhammadiyah 1 Semarang. Sejak itu karya-karyanya, baik berupa puisi, cerita pendek, novel, naskah sinetron, naskah drama, dan esai-esainya terus mengalir.
Di tengah kesibukannya menjadi wartawan Suara Merdeka dan kemudian mengelola penerbitan media sejumlah instansi dan lembaga, Handry selalu terus produktif menciptakan karya sastra.
Karya-karyanya menghiasi media massa, antara lain Kompas, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, Hai, Suara Karya, Gadis, dan lainnya. Sejumlah kumpulan puisi telah lahir darinya. Antara lain “Telepon” dan “Lawang Sewu”.
Kabut Bening adalah novelet pertama Handry TM sebagai Juara II Sayembara penulisan Novelete Majalah Gadis (1991). Sebagai wartawan, Handry pernah menjadi Pemimpin Redaksi Tabloid Trend, satu grup dengan Suara Merdeka. Handry juga pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase).
Almarhum yang tinggal di RT.02 RW.12 Bukit Kelapa Hijau Perum Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang, meninggalkan seorang istri, Ninik Suwarni, dan dua anak Ezza dan Ozza. Selamat jalan sahabat.



















