Melanjutkan Peran Ulama, Menjaga Titik Nasab Keilmuan

Oleh: Khifdzi Lavi Aunil Bari’

Ketua PMII Rayon UIN Salatiga

 

SEMARANG (Awal.id) – Momen Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) mengingatkan peran besar organisasi itu di bidang pendidikan generasi muda.

Dari sudut pandang santri, historis peran dan perjuangan NU sangat membangun dan menggugah perjuangan para ulama, yang kemudian merilis pendidikan secara struktur maupun non-struktur.

Salah satu contohnya adalah historis perjuangan para kiai terdahulu yang menjadi dasar saya menjadi santri untuk selalu menimba ilmu.

Baca Juga:  Wapres dan Organisasi Islam Sepakat Ibadah Idul Adha di Rumah

Peran NU dalam menjaga titik nasab keilmuan, menjadi penting bagi santri, terutama yang sudah hilang di era modern sekarang. Yaitu tentang hilangnya keberkahan. Keberkahan itu hadir ketika sudah menyambung nasab dengan para guru sampai Nabi Muhammad SAW. Itu menjadi peran NU kepada generasi muda sekarang.

Para ulama NU sudah menyediakan akses pendidikan dari pesantren hingga ruang pendidikan lainnya, seperti di jenjang perguruan tinggi, yang kemudian menjadi alternatif orang tua zaman sekarang untuk mendidik anaknya untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih jelas.

Baca Juga:  Antisipasi Pemudik Nataru, Polda Jateng Siapkan 300 Pos Pengamanan

Saya sebagai santri, salah satunya meneladani atau ittibak’ atas perjuangan para ulama Nahdlatul Ulama.

Di satu abad usianya, NU tetap menjadi organisasi yang kemudian mem-back up segala aktifitas keberagamaan secara fisik maupun non-fisik.

Hadirnya NU menjadi back up kaum pelajar, yang kemudian mendampingi untuk merefleksikan pemikiran dan kegiatan pembelajaran itu secara ahlussunnah wal jamaah, serta mengawal eksistensi kaum pelajar, untuk senantiasa teguh dengan ideologi aswaja. (alan/is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *