Pagelaran Wayang Kulit Terus Menggeliat di Kebumen, Ferry Sebut Ajaran Wayang tak Pernah Mati Diterpa Zaman

KEBUMEN (Awal.id) – Pagelaran wayang kulit di Kabupaten Kebumen terus menggeliat. Geliat ini seiring dengan komitmen Bupati Kebumen Arif Sugiyanto untuk nguri-uri budaya warisan nenek moyang yang mengajarkan tentang budi pekerja dan bermasyarakat dan kepemimpinan.

Seperti Jumat malam lalu (14/1/2023), Pemkab Kebumen melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar pagelaran wayang kulit di Desa Sawangan, Kecamatan Alian. Ki Dalang Sunarpo Guno Prayitno yang didapuk sebagai dalang menampilkan cerita/lakon berjudul “Banjaran Jamus Kalimasada”.

Hadir pada pagelaran itu, antara lain Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, perwakilan Dinas Pariwisata Kebumen, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Polsek dan Koramil serta masyarakat pecinta seni wayang kulit.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono pada sambutnya mengatakan mengapresiasi pemangku wilayah Kabupaten Kebumen dan para seniman setempat yang tetap menggelorakan semangat untuk melestarikan budaya wayang kulit.

“Saya apreasiasi Pemkab Kebumen dan para seniman yang terus semangat, pantang menyerah dan merasa berbangga diri atas budaya lokal, berupa pementasan wayang kulit,” katanya.

Ferry meminta masyarakat Kebumen, khususnya generasi muda, agar tidak malu untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya wayang kulit. Dia menilai ajaran dalam dunia pewayangan, tidak lekang diterpa zaman, meski dunia modern saat ini didominasi kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknolofi (Iptek) seiring derasnya arus informasi dan globalisasi.

“Filosofi dalam dunia wayang tidak pernah mati. Masalah apa, karena dunia pewayangan mengandung banyak tuntunan dan ajaran bagi kita, seperti ajaran budi pekerti, tata cara bermasyarakat, dan perilaku kepemimpinan. Ajaran wayang masih relevan untuk diterapkan di era sekarang,” paparnya.

Politisi Partai Golongan Karya Jateng ini meminta Pemkab Kebumen untuk melestarikan seni pewayangan agar tidak punah diterpa zaman. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan ruang kepada para seniman agar mereka bisa berkreasi, sehingga warisan nenek moyang ini tetap lestari di bumi Kebumen. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *