Atasi Stunting, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Launching Germas Serentak di 177 Kelurahan

Foto Dokumen Humas Pemkot Semarang

SEMARANG  (Awal.id) – Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dipusatkan di Agrowisata Sodong, Purwosari Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Senin (23/1).

Kegiatan ini digelar serentak di 177 kelurahan se-Kota Semarang sekaligus bersamaan dengan peresmian hasil kegiatan OPD tahun 2022. Mewujudkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat, sejahtera dan bebas stunting.

Perempuan yang akrab disapa Mba Ita tersebut, mengatakan prioritas pembangunan kota Semarang tahun 2023 yakni penanganan banjir dari hulu ke hilir serta penanganan stunting.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tahun 2021 Capai 3,32 Persen

“Meski banyak yang telah dilakukan, tetapi masih banyak PR karena yang namanya melayani masyarakat tidak akan berhenti,” ujar dia.

Launching Germas,  wujud edukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan, pemberdayaan diri dan lingkungan guna mewujudkan ketahanan pangan.

“Guyub rukun hari ini menunjukkan semangat kita bersama memasak menu sehat untuk masyarakat sehat sejahtera. Dimulai dengan kegiatan senam bersama, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, balita dan lansia serta memasak menu sehat bergizi untuk anak-anak,” kata dia.

Baca Juga:  Pemprov Siapkan Rp 437 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Jateng pada 2023

Penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada balita melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama tumbuh kembang anak. Karenanya, treatment dan edukasi pun harus diberikan mulai dari ibu hamil sehingga kehamilan dan bayi yang dilahirkan sehat.

Pihaknya optimis, tahun 2023 angka stunting di Kota Semarang ditargetkan tuntas terselesaikan dari angka awal 1.400 menjadi nol kasus.

“Menu memasak yang dipraktekkan ini mudah dan sehat dengan bahan dasar lokal, tidak harus impor, seperti mie dari wortel atau sorgum bola udang dan lainnya,” ujar dia.

Baca Juga:  Tak Mau Masuk Pemerintahan, Ganjar Deklarasi Oposisi

Selain itu, mendorong kegiatan menanam dan pertanian di wilayah perkotaan atau dikenal dengan urban farming. Dengan bertanam, lanjutnya, akan menjadi langkah solutif masalah penghijauan, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan yang saling terkait satu sama lain.

Kedepan,  juga akan diadakan gerakan menanam bersama masyarakat. Menanam dapat dilakukan di mana saja termasuk lahan idle ataupun menggunakan polybag. Dengan menanam, harapannya dapat mengurangi ketergantungan pada pasar minimal terpenuhinya kebutuhan lokal.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *