Waket DRPD Jateng Ferry Mengapresiasi Upaya Pemprov Vaksinasi Cegah Penyebaran PMK
SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengapresiasi upaya Pemprov Jateng melakukan vaksinasi yang telah mencapai 84 persen dari vaksin yang diterima, untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Tengah.
Vaksin PMK memberikan harapan untuk dapat menekan penyebaran penyakit tersebut. Penularan PMK sangat masif, sehingga dengan penyuntikan vaksin, diharapkan dapat memotong penyebarannya.
Ferry mengatakan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, dan gajah.
“Indonesia sebenarnya sudah bebas dari PMK sejak tahun 1986, tetapi muncul kembali pada bulan April 2022 kemarin. PMK memiliki sifat menyebar dengan sangat cepat,” katanya.
Dalam kurun waktu kurang dari 5 bulan, PMK sudah menyebar ke seluruh Pulau Jawa, 80% Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan bagian barat. Salah satu solusi dalam menekan penyebaran PMK adalah dengan vaksinasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, Pemprov Jateng berkomitmen segera menindaklanjuti vaksinasi bagi hewan ternak, setiap kali ada dropping vaksin dari pemerintah pusat.
Memasuki akhir tahun 2022, capaian vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Tengah sudah sebesar 84 persen dari vaksin yang diterima.
“Ini juga kita alhamdulillah ada teman-teman fasilitator, dari TNI maupun dari Polri, dari teman-teman kabupaten/ kota, memang kita mengakselerasi capaian vaksinnya,” tutur Sumarno.
Per 5 Desember 2022, jumlah vaksinasi mencapai 1.008.024 dosis. Capaian vaksinasi itu dibarengi dengan tren penurunan jumlah kasus PMK. Sampai 5 Desember 2022, jumlah ternak positif PMK dan kondisinya membaik sebanyak 51.400 ekor. Untuk hewan yang ternak yang masih positif PMK sebanyak 10.496 ekor, dan yang mati 769 ekor.
“Kalau indikatornya sudah kelihatan dari penambahannya (kasus ternak yang terjangkit PMK), penambahannya kan sudah turun jauh sekali. Tiap hari bahkan hanya dua ekor ternak. Jadi penambahannya sudah jauh dibanding dengan ada vaksin, sudah jauh sekali,” katanya.
Di samping intens melakukan vaksinasi, pencegahan juga dilakukan dengan berbagai upaya lain. Antara lain membuat posko kesehatan hewan di pintu-pintu masuk perbatasan, bekerja sama dengan Polda Jateng untuk melakukan kontrol pada lalu lintas hewan ternak, membuat gerakan Jogo Ternak, dan melakukan penyemprotan kandang dan lingkungan sekitar (biosecurity) dan biosafety bagi petugas lapangan untuk meminimalisasi penyebaran PMK. (adv/anv)



















