Turnamen Bulutangkis Thomas Cup II-Pelangi Cup III, Seiko-Niko Jadi Kampiun

SEMARANG (Awal.id) – Gelaran turnamen bulutangkis Thomas Cup II- Pelangi Cup III di GOR Patriot Kelurahan Gedawang, Banyumanik Semarang, yang berakhir Senin dini hari (12/12) berakhir penuh kejutan. Baik, untuk kelas open maupun lokal.
Pasangan mantan pemain PB Djarum, Seiko-Niko (PB Gatutkoco) berhasil menjadi kampiun setelah pada pertandingan final menang dengan stright set melawan pasangan Farel-Wahyu (PB New Legend). Farel, pelatih PB di Tian Jin Cina ini harus puas sebagai runner up.
Dengan kemenangan ini, Seiko/Niko berhak atas hadiah berupa uang pembinaan Rp 4 juta serta trofi. Sedangkan runner up mendapatkan hadiah Rp 3 juta.
Sementara itu perebutan gelar juara 3 berlangsung seru lewat rubber game. Pasangan Syehardian-Jaukhan dari PB Unnes dapat memenangi pertandingan ini. Syehardian, anak Ketua PBSI Kota Semarang ini berhak atas hadiah Rp 2 juta.
Sedangkan Telino-Hilkom sebagai juara harapan I dari PB RCBC ini mendapat hadiah Rp 500 ribu.
Kejutan demi kejutan terlihat dari babak pertama. Unggulan pertama Dexsa Milton/Dedi (PB Gatutkoco) disingkirkan pasangan non unggulan Jonatan/Faisal dari RC BC dengan straight set. Jonatan meski sudah berusia 37 tahun, mantan pemain Djarum Jakarta ini masih bermain taktis dan tajam. Sayang, di babak berikutnya tumbang dari pasangan muda belia, Telino/ Hilkom.
Lokal
Untuk kelas lokal, pemain nonunggulan, Cahyo/Jek (PB Pupay) keluar sebagai juara I dengan mengalahkan pasangan Goval/Ruli (PB SBC). Juara 1 dan 2 berhak atas hadiah Rp 1,500 ribu dan Rp 1 juta. Sedangkan juara 3 diraih pasangan Santoso/ Gondrong (PB Pupay) dengan hadiah Rp 500 ribu.
Juara harapan I diraih pasangan Aris/Aman (PB Pelangi) Berhak atas hadiah Rp 200 ribu.
Hadiah dan penghargaan diserahkan penggagas pertandingan Thomas serta Sekretaris Panitia Ashari.
Kepada wartawan Thomas menyatakan cukup puas dengan hadirnya pemain pemain berkelas.” Meskipun tidak diikuti sang juara bertahan dari PB Pupay, Angga/Bagus.
Ke depan, harapnya, semoga dapat diikuti pemain pemain berkelas lebih banyak lagi, sehingga persaingan semakin seru.
Bagi warga Banyumanik, turnamen ini sebagai hiburan sekaligus menyalurkan potensi.
” Di wilayah pinggiran seperti ini ternyata bisa menikmati pertandingan yang luar biasa seperti ini,” tambahnya. (is)



















