Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jammi Hasanuddin Semarang, Kang Abik: Kayu Kurma pun Menangis saat Ditinggal Rasulullah

SEMARANG (Awal.id) – Masjid Jamii Hasanuddin menghadirkan sosok penulis novel religi islami KH Habiburrahman El Shirazy Lc atau Kang Abik dalam acara peringatan Maulid Nabi dan santunan yatim duafa, Kamis (13/10).

KH Habiburrahman yang akrab disapa Kang Abik pada tausyiahnya mengingatkan umat muslim agar selalu bersyukur atas semua pemberian Allah SWT. Dengan banyak bersyukur, Allah menjanjikan akan menambahkan nikmat hamba-Nya.

Menurut Kang Abik, nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hambanya adalah dengan lahirnya manusia paling mulia, Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad diturunkan Allah SAW sebagai nikmat bagi seluruh alam semesta,” paparnya.

Pada awal syiar Islam, kata Kang Abik, Nabi Muhammad mendirikan masjid di mana tiang penyangganya terbuat dari kayu kurma. Setiap melakukan kutbah, Nabi selalu memegangi kayu kurma. Salah satu sahabat Tamim lalu menawarkan   mimbar untuk berkhotbah dan nabi pun menerima tawaran tersebut.

Baca Juga:  Masyarakat Ingin Pasar Tradisional Tetap Buka, Ganjar Persilakan Bupati/Wali Kota Atur Sesuai Kearifan Lokal

Dengan adanya mimbar tersebut, Nabi mulai menyampaikan dakwah-dakwahnya. Keanehan pun terjadi, kayu kurma yang biasa dipegangi Rosulullah terdengar menangis.

Rasulullah pun segera turun dari mimbar dan memegang kayu itu untuk menenangkannya. “Itulah kisah tentang kecintaan alam semesta ini kepada Sang Nabi. Apapun yang pernah dilakukan Nabi dan kita bisa mengamalkannya, kita juga bisa termasuk golongan mendapatkan syafaatnya,” ujarnya.

Kang Abik memaparkan pada Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah Juz 2 yang diriwayatkan Imam Al Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan ada empat perkara yang membuat iblis menjerit, yakni:

  1. Saat dilaknat oleh Allah SWT
  2. Saat dikeluarkan dari surga
  3. Saat Baginda Rasulullah SWA dilahirkan
  4. Saar diturunkan Surat Al Fatihah
Baca Juga:  HUT Satpam ke-43, Budiyono Siap Sukseskan Pemilu 2024

“Untuk itu bergembiralah dengan kelahiran Baginda Rasulullah SAW. Jangan menjerit seperti yang dilakukan iblis. Yang terpenting bagaimana kita bisa meneladani Rasulullah SAW, agar kelak bisa bersama dengan orang yang kita cintai, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Teladani Akhlak Rasulullah

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jami Hasanuddin H Drs Muhammad Suntoro MM pada sambutannya mengajak para jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad dengan berbagi rezeki bersama anak yatim dan duafa dengan mengisi kotak infaq.

“Alhamdulillah setiap bulan, kita bisa berbagi dengan anak yatim dan kaum duafa. Berbagi itu merupakan salah satu wujud cinta kita kepada Rasulullah. Dari pengumpulan dana infak para jamaah, malam ini ada 39 anak yatim dan 14 duafa yang bisa ikut merasakan kebahagiaan,” kata Suntoro.

Baca Juga:  Dosen USM Lakukan PkM di Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Thailand

Hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi dan pemberian santunan yatim duafa, antara lain sesepuh dan pengurus Nahdlatul ulama, Camat Semarang Utara dan Lurah Plombokan serta ratusan jemaah Masjid Jammi Hasanuddin.

Sunarti SE yang baru menjabat Lurah Plombokan selama dua bulan saat diberi kesempatan untuk memberikan sambutan menyampaikan harapannya agar para jamaah selalu menjalin sinergi dalam kegiatan sosial, sehingga mendapat keberkahan dan taufik dari Allah SWT. (Muhammad Yulianto)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *