Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ajak UMKM di Jateng Melek Digitalisasi

SEMARANG (Awal id) – Pemerintah terus berupaya untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bangkit dari badai Covid-19. Berbagai upaya dilakukan, salah satu yang digeber melalui strategi digitalisasi.
“Perkembangan teknologi yang begitu pesat harus disikapi dengan pemanfaatan teknologi digital, tak terkecuali pada sektor UMKM. Misalnya saja sistem pembayaran yang mulai dituntut untuk dilakukan secara cashless atau nontunai,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Ferry Wawan Cahyono, Sabtu (9/11/2022).
Menurutnya, pandemi Covid-19 telah merubah perilaku masyarakat. Hal itu juga membuat para pelaku UMKM dituntut untuk melek teknologi. Jika mengabaikan perubahan perilaku konsumen, maka akan membuat laju bisnis tidak mampu tumbuh secara pesat.
Ferry, demikian sapaan akrab Ferry Wawan Cahyono, menambahkan, pada era perkembangan digitalisasi sekarang ini, banyak peluang kewirausahaan yang bisa diambil oleh para pelaku UMKM. Namun, mereka harus berinovasi dan proaktif untuk bisa bersaing di pasar global.
“Artinya, kemudahan teknologi di industri 4.0 harus bisa dimanfaatkan pelaku UMKM agar tidak ketinggalan zamannya. DPRD mendorong supaya ada peningkatan pertumbuhan ekonomi, terutama sektor UMKM. Melalui terwujudnya desa digital agar bisa seluruh wilayah terakses internet,” imbuh Ferry.
Dijelaskannya, DPRD meminta kepada Pemprov Jateng agar di masing-masing desa harus ada spot center digital ekonomi kreatif. Selain itu, Kominfo dan Dinas Koperasi agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sudah melek digital. Dilatih memasarkan, bertransaksi dengan dunia digital.
“Melatih pelaku UMKM menggunakan kata kunci, dihubungkan dengan sektor lain. Ini perlu pelatihan dan dorongan,” ujar Ferry Wawan.
Menurut Ferry, zaman sekarang semua orang pasti sudah memiliki telepon pintar atau gadget. Bahkan hampir kebanyakan orang menggenggam alat komunikasi tersebut. Tidak terbatas usia, dari anak-anak sampai orang tua.
“Jempol ini dengan sekali klik, bisa mengakses segala macam informasi. Bertransaksi pun tinggal diam, orang bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan. Inilah fenomena era 4.0 bahkan mulai masuk 5.0. Maka orang pun harus berubah,” katanya.
Bagi dia, adanya perkembangan digital saat ini sangat memudahkan menawarkan sebuah produk. Bahkan kini, pasar online mulai menggeser pasar konvensional. Dari situ, Ferry Wawan mengajak pelaku UMKM untuk mengoptimalkan produknya agar bisa menambah nilai jual.
Ia berpesan, ada beberapa hal yang harus dilakukan pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan di era modernisasi zaman seperti sekarang. Diantaranya niat dari pribadi pelaku UMKM untuk mau belajar mengoptimalkan pemasarannya.
Kemudian dorongan pemerintah dalam memberikan pelatihan serta kemudahaan akses terutama pemasaran. Termasuk pembangunan infrastruktur penunjang, dalam hal ini sarana prasarana jaringan internet.
“Sekarang dengan hanya buat video, narasi, produk bisa ditawarkan selama 24 jam. Branding produk harus gencar dilakukan. Sasaran pemasaran pun juga harus jelas,” tambahnya. (adv/anf)



















