Selamatkan Hutan dan Lahan, PLN Peduli Serahkan 3.000 Bibit Pohon

KABUPATEN SEMARANG (Awal.id) – PLN melalui PLN Peduli ikut memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap tanggal 28 November. Gerakan penanaman pohon ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Djarot Hutabri EBS menjelaskan program ini secara konsisten dijalankan PLN sebagai kepedulian, kesadaran serta tanggung jawab PLN dalam melindungi dan menyelamatkan lingkungan hidup.

“Kami akan secara konsisten menyalurkan bantuan seperti ini, khususnya di daerah yang menjadi wilayah kerja kami. Kami juga bukan hanya menjalankan proses bisnis, namun bantuan ini menjadi perhatian dan upaya kami untuk mengajak masyarakat bergerak bersama mengatasi perubahan iklim dan deforestasi,” papar Djarot di sela-sela kegiatan penyerahan 3.000 bibit pohon di Kabupaten Semarang, Senin (28/11).

Baca Juga:  Mulai 17 Juli 2022, Pelanggan KA Jarak Jauh Belum Booster Wajib Screening Covid-19

Menurut Djarot, bantuan senilai Rp 200 juta itu diberikan dalam bentuk tanaman produktif, yaitu bibit pohon alpukat lokal yang diberikan kepada dua desa di Kabupaten Semarang, masing-masing Desa Candi dan Desa Kenteng.

Sementara untuk sembilan kelompok masyarakat yang terdiri atas empat kelompok tani, satu kelompok sadar wisata dan empat kelompok masyarakat yang berjumlah 250 warga menerima bantuan manfaat.

Selain itu, lanjut Djarot, diserahkan juga pupuk dasar, pestisida, alat sprayer listrik dan peralatan cocok tanam lainnya. Pada pelaksanaannya, kelompok tersebut akan diberikan hak untuk mengelola pohon alpukat tersebut di tanah milik Pemerintah Kabupaten Semarang seluas 29 Ha.

Baca Juga:  PT KAI Buka Rekrutmen untuk Operasional dan Kondektur

Djarot menambahkan, pihaknya yang memberikan bantuan bibit tanaman dan perlengkapan tanam. Sebelum penanaman bibit, mereka akan diberikan pelatihan dalam membudidayakan alpukat serta pengendalian hama dan penyakit.

Dia berharap program tersebut dapat menjadi lokomotif aspek pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi mandiri.

“Tanaman alpukat menjadi salah satu komoditas yang cocok untuk tumbuh di wilayah Kecamatan Bandungan. Hal ini dilihat dari banyaknya tanaman milik petani yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik,” ujarnya.

Djarot menjelaskan bibit tanaman alpukat ini diproyeksikan sudah berproduksi pada tahun ke empat dengan potensi 300 buah per pohon atau senilai Rp 2 juta atau bila dikalikan dengan seluruh pohon yang diserahkan, maka berpotensi menghasilkan Rp 6 miliar.

Baca Juga:  Usai Gerakan Jateng di Rumah Saja, Besok PKM Mikro Diberlakukan

Sementara itu, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH mengapresiasi langkah PLN memberikan bantuan tanaman produktif. Menurutnya, secara ekonomi program ini dapat memberikan kemandirian kepada kelompok tani maupun masyarakat agar memperoleh pendapatan pada saat tanaman telah produksi.

“Pesan saya kepada masyarakat, kalau sudah ditanam, dan dirawat, biar nanti hasilnya bisa maksimal, bisa bagus dan juga bermanfaat. Sekalian, kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang luar biasa ini. Semoga kerja sama ini bisa terus kita tingkatkan dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *