Antisipasi Dampak Banjir, Ferry Dorong BBWS Pemali Juwana Perbaiki Tanggul Sungai Wulan

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera memperbaiki tanggul sisi kiri Sungai Wulan yang mengalami kerusakan akibat peningkatan debit air di wilayah tersebut.
Permintaan itu dilontarkan Ferry, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, sehingga jika terjadi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan secara menerus, keretakan tanggul Sungai Wulan tidak menimbulkan bencana banjir yang menimbulkan penderitaan bagi warga sekitar.
“Perbaikan tanggul Sungai Wulan harus dilakukan sesegera mungkin, agar warga setempat tidak terdampak akibat kerusakan tanggul tersebut. Apalagi sekarang ini sudah memasuki musim hujan, sehingga ancaman banjir bisa terjadi setiap saat,” kata Ferry di Semarang, Kamis (3/11).
Atas kerusakan tanggul Sungai Wulan tersebut, menurut Ferry, Pemerintah Kabupaten Kudus sudah mengusulkan kepada BBWS Pemali Juana segera memperbaiki tanggul tersebut. Tanggul yang retak sendiri merupakan tanggul tambahan, selepas terjadi kerusakan pada tahun 2021.
“Tanggul itu sebenarnya merupakan tanggul tambahan untuk memperkokoh tanggul sebelumnya. Tapi, tanggul ini juga retak akibat tinggi debit air yang melintasi sungai tersebut,” jelas Ferry.
Politikus asal Partai Golkar ini mengatakan tanggul merupakan kontruksi bangunan yang sepandan sungai berfungsi untuk mencegah banjir di dataran yang dilindungi. Dengan adanya tanggul, air hujan akan mengalir ke sungai dan tertampung di tanggul, sehingga tidak limpas ke mana-mana.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11A/PRT/M/2006, menurut Ferry, tugas BBWS Pemali Juana salah satunya adalah mengelola daerah aliran sungai (DAS) di wilayahnya, termasuk membangun dan memperbaiki tanggul dari terjangan banjir.
Atas dasar tersebut, Ferry menilai BBWS menjadi badan pemerintah yang paling bertanggung jawab atas perbaikan tanggul Sungai Wulan. Hingga saat ini mengalami keretakan tanggul mencapai 10 meteran.

Jika anggaran BBWS Pemali Juwan belum mencukupi untuk memperbaiki atau membangun Kembali Sungai Wulan, Ferry menyarankan badan itu bisa menjalin koordinasi dengan pemanggu wilayah setempat, yakni Pemkab Kudus dan unsur swasta, untuk membantu memulihkan fungsi tanggul agar tidak membahayakan keselamatan warga sekitar sungai.
“Koordinasi saja dengan Pemkab Kudus dan para pengusaha swasta untuk bergerak bersama dalam renovasi pembangunan tanggul Sungai Wulan. Saya yakin, Pemkab Kudus pasti bersedia mengucurkan dana APBD untuk membantu pembangunan tanggul, karena pemerintah setempat juga berkepentingan untuk menyelamatkan warganya dari ancaman bencana alam banjir,” ujarnya.
Melihat debit air yang mengalir ke Sungai Wulan, Ferry meminta perbaikan tanggul nanti agar lebih diperkokoh lagi. Pengalaman dua kali mengalami kerusakan ini harus menjadi pijakan BBWS untuk membangun infrastruktur yang berkualitas agar tidak kerusakan yang sama di kemudian hari.
Sebelumnya, Bupati Kudus Hartopo telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera memperbaiki tanggul sisi kiri Sungai Wulan yang mengalami keretakan cukup parah.
“Pembangunan tanggul tambahan di Sungai Wulan dibuat pada 2021 saat terjadi banjir. Kini tanggul tambahan ini mengalami kerusakan dan perlu perbaikan segera sebelum debit air sungai meningkat,” kata Hartopo saat mengunjungi kondisi tanggul Sungai Wulan di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (3/11).
Dia mengakui sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana karena yang berwenang untuk melakukan perbaikan tanggul Sungai Wulan. Jika tersedia anggaran yang cukup, sebaiknya tanggul tersebut dibongkar semua.
Seandainya dana BBWB belum mencukupi, Hartopo menyatakan Pemkab Kudus siap membiayai perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan hingga 10-an meter itu dengan anggaran rutin dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus.
“Perusahaan di Kudus juga siap membantu pembiayaan perbaikan tanggul tersebut. Jika belum ada penanganan, kami akan meminta izin memperbaikinya,” ujarnya. (adv/anf)



















