Ferry Dukung Eks Wonderia Dihidupkan Lagi Jadi Pusat Keramaian Masyarakat Semarang

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota Semarang merencanakan untuk menghidupkan kembali eks Wonderia sebagai salah satu pusat keramaian di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Selepas kontrak pengelola Wonderia diputus, praktis lokasi yang beberapa kali sebagai pusat keramaian masyarakat itu kini menjadi sepi dari hiruk-pikuk warga Kota Semarang.

Sebelumnya dikontrak Wonderia sebagai wahana permainan anak dan keluarga, objek wisata yang menempati di Jalan Sriwijaya Semarang itu pernah beberapa kali menjadi pusat keramaian, seperti Taman Hiburan Rakyat (THR), Taman Marga Satwa atau Kebun Binatang, dan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah.

Lokasinya yang strategis itu, berada di tengah-tengah Kota Semarang, sempat menjadi incaran dan rebutan kalangan pengusaha. Puluhan tahun lalu, lokasi Wonderia dan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang saat itu masih menjadi satu bagian dari THR, dikabarkan akan dijadikan lokasi Hotel Bintang 5.

Terakhir yang menghebohkan, lokasi itu santer diberitakan akan dibeli pengusaha sukses nasional Chairul Tanjung untuk didirikan Transmart Semarang. Namun, upaya itu banyak ditentang masyarakat, khusus para seniman yang ingin menjadi kawasan eks THR tetap sebagai pusat hiburan murah masyarakat dan kawasan hijau yang menjadi paru-paru kota.

Baca Juga:  Ganjar Pantau Vaksinasi Pedagang Pasar Solo, "Sehat Terus Njih Mbah..."

Wakil Ketua DPRD Jateng Fery Wawan Cahyono mendukung rencana Pemkot Semarang untuk menghidupkan eks Wonderia sebagai pusat keramaian masyarakat Kota Semarang. Dia mengaku eman-eman (menyayangkan), jika infrastruktur milik pemerintah yang strategis dan potensial jika digarap serius dibiarkan mangkrak bertahun-tahun.

“Jalan Sriwijaya dulu menjadi pusat keramaian dan bisnis Kota Semarang. Di situ (Jalan Sriwijaya), pernah menjadi terminal induk Kota Semarang, THR, PRPP, TBRD dan terakhir Wonderia. Sejak dulu hingga sekarang pun, Jalan Sriwijaya menjadi penompang kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Ferry di Semarang, Jumat (4/11).

Politikus asal Partai Golkar ini meminta jika eks Wonderia akan dijadikan pusat keramaian lagi, Pemkot Semarang agar melakukan kajian yang mendalam, sehingga penerapan program pengembangan aset potensial milik daerah itu lebih terarah dan tidak gonta-ganti konsep peruntukannya.

Soal jenis pusat keramaian, Ferry sepenuhnya menyerahkan kepada Pemkot Semarang selaku pemilik dan pengelola aset milik pemerintah. Hanya saja, dia menyarankan jika eks Wonderia dijadikan pusat keramaian lagi, Pemkot Semarang perlu memikirkan masalah parkir yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan keramain di kawasan itu.

Baca Juga:  Timbulkan Kerumunan, Satpol PP dan Polisi Bubarkan Pengantre Vaksin di Gradhika Bhakti Praja

“Sejak dulu masalah parkir menjadi persoalan setiap ada kegiataan massa di sekitar Jalan Sriwijaya. Pada saat akan dibeli Transmart, masalah parkir juga menjadi pembahasan serius, mengingat setiap jam-jam sibuk, Jalan Sriwijaya seringkali macet. Belum lagi, kalau sudah ada pusat keramaian, di mana tempat parkir untuk puluhan bus dan mobil pribadi para pengujung?,” paparnya.

Ferry mengakui penambahan Jalan Sriwijaya Baru yang Rabu lalu telah diresmikan Pemkot Semarang memang bisa sedikit mengurangi kesemrawutan lalu-lintas di kawasan tersebut. Namun, penambahan ruang jalan itu diperkirakan tidak akan mampu menampung jumlah kendaraan yang masuk ke Jalan Sriwijaya apabila eks Wonderia sudah disulap menjadi pusat keramaian masyarakat lagi.

Sebelum eks Wonderia disulap menjadi pusat keramaian yang layak dan representatif, menurut Ferry, Pemkot perlu melakukan membuat konsep, jenis keramaian, dan kajian agar program pengembangan eks Wonderia nanti berhasil tetap guna dan tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan sektor perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan Pemkot Semarang akan mengembangkan potensi eks Wonderita selepas pengoperasionalan Jalan Sriwijaya Baru. Dia mengaku aset pemerintah yang menempati segitiga emas itu saat ini mangkrak, meski ada sejumlah invetor yang menyatakan niatnya untuk mengelola aset milik Pemkot Semarang.

Baca Juga:  Viral Seorang Pengendara di Sukoharjo Ditilang Pakai ETLE, Ini Penjelasan Kabidhumas Polda Jateng

“Memang ada investor yang ingin mengelola eks Wonderia. Pemkot juga sudah memiliki konsep untuk menjadikan eks Wonderia sebagai ruang publik,” kata Iswar.

Terkait peruntukan eks Wonderia, kata Iswar, Pemkot telah mendapat masukan dan saran dari sejumlah elemen masyarakat agar memanfaatkan aset itu untuk ruang publik yang didukung fasilitas lainnya, sepeti gereja, masjid dan sarana umum lainnya.

“Konsep lain, yakni lahan di depan eks Wonderia akan dipergunkan sebagai tempat parkir bus pariwisata,” tandasnya.

Iswar menerangkan, para seniman dan budayawan memberikan saran untuk dijadikan ruang publik dilengkapi gereja, masjid, dan sarana prasana umum lainnya. Selain itu, ada konsep lainnya yakni di depan lahan eks Wonderia akan digunakan sebagai tempat parkir bus wisata.

Dia juga mengakui masalah lahan parkir bus di lokasi itu hingga sekarang belum terpecahkan. Untuk program jangka pendek, nantinya wisatawan yang akan ke Tugu Muda, Simpang Lima, ataupun Jalan Pandanaran, dan objek wisata lain akan diangkut dengan shuttle,” paparnya. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *