Sujiwo Tejo Minta Pemuda Harus Bisa Membaur Bersama Masyarakat
KENDAL (Awal.id) – Dialog Kepemudaan yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (25/10).
Dialog bertema “Urgensi Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa”, menghadirkan narasumber Budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Anggota DPR RI, Alamudin Dimyati Rois dan Ketua KNPI Kendal, Gus Parno.
Sujiwo Tejo menekankan kepada generasi muda, bahwa jika menguasai ilmu kebudayaan secara serius, maka tidak akan bisa digantikan.
“Oleh karena itu penting untuk mahasiswa belajar, membaurkan diri bersama masyarakat, dan mengaplikasikannya secara langsung untuk bantu masyarakat. Sangat sulit bagi mahasiswa jika hanya belajar melalui materi dan teori saja,” katanya.
Menurut Sujiwo Tejo, keilmuan bisa semakin maju bila diikuti dengan teknologi yang memadai. Namun akan lebih hakiki bila diiringi dengan integritas bangsa dan juga keilmuan nusantara.
“Kebudayaan bukan hanya sebuah seni saja. Namun kebudayaan merupakan suatu hal yang muncul melalui pola pikir manusia. Karena nada bisa mempengaruhi pola pikir. Sedangkan alam bisa terjadi karena sebuah perilaku yang reflek untuk dilakukan,”tuturnya.
Budayawan yang juga dikenal sebagai Presiden Republik Jancukers tersebut hadir dengan tampilannya yang khas, dengan tampil inspiratif di tengah hadapan para generasi muda Kendal
Sementara itu, Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois menegaskan, dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda jangan sampai mencampuradukkan antara politik, ekonomi dan budaya.
“Kalau kita menjawab terkait politik ya jawab dengan politik, kalau soal ekonomi ya jawab pengetahuan ekonomi, kemudian persoalan budaya, ya jawab sesuai budaya. Jangan dijawab yang tidak sesuai. Karena pemahaman dari generasi muda bisa beda nantinya,” jelas Gus Alam.
Sedangkan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki berharap, adanya kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah daerah serta masyarakat. Menurutnya, ini bisa digagas untuk melahirkan pemuda yang berkarakter inovatif kreatif dan produktif.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi dan siap untuk mensupport kegiatan seperti ini. Karena dialog ini merupakan aksi strategis untuk dapat menjawab tantangan pemuda ke depan,” tandas Wabup. (is)




















