Sedekah Miliki Banyak Manfaat di Dunia dan Akhirat
BEDUGUL (Awal.id) – Peserta kuliah kerja lapangan (KKL) Setia Wali Sembilan Semarang berkesempatan mengikuti salat Jumat, di Masjid Al Hidayah Bedugul.
Ustad Halim Lc pada khotbahnya mengajak para jamaah untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT.
Menyitir salah satu ayat dalam Alquran, Ustad Halim menyampaikan sedekah merupakan perkara yang paling ingin dilakukan orang yang meninggal seandainya dia dhidupkan lagi ke dunia. Allah SWT berfirman:
: وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Munafiqun ayat 10).
Ustad Halim mengatakan Allah SWT telah menetapkan bagi hamba-Nya ibadah yang memiliki banyak manfaat di dunia dan di akhirat, seperti dapat menyembuhkan penyakit, menangkal musibah, dan melindungi dari api neraka.
“Salah ibadah yang memiliki keutamaan itu adalah sedekah,” ujarnya.

Menurut Ustad Halim, Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada umat Islam tentang manfaat sedekah. Di antaranya, dapat menolak bencana, memadamkan murka Allah, dan mencegah dari kematian yang buruk.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ “Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek.” (HR Tirmidzi).
Sedangkan Imam Al Baihaqi dari riwayat Ali bin Abi Thalib RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
باكروا بالصدقة فإن البلاء لا يتخطّاها
“Segeralah bersedekah! Sungguhlah, musibah tidak dapat melangkahinya.” Maksudnya adalah bahwa sedekah itu merupakan bendungan atau tanggul yang kokoh kuat terhadap musibah (bala). Musibah tidak akan dapat menerjangnya.
Pada kesempatan tersebut, Ustad Halim juga mengajak para jamaah untuk bersedekah agar tidak menjadi manusia yg merugi, yaitu saat meninggal dunia ingin kembali hanya untuk bersedekah. (Muhammad Yulianto)



















