Bupati Dico Resmikan PT BSN Technology

KENDAL (Awal.id) – Bupati Kendal Dico M Ganinduto meresmikan pabrik baru di Kawasan Industri Kendal (KIK), PT BSN Technology Indonesia, Kamis (20/10).

Bupati mengapresiasi dengan diresmikannya pabrik baru di KIK. Menurutnya, keberadaan pabrik ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat Kendal.

“Tentunya ini salah satu kolaborasi yang baik, antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan PT KIK, salah satunya dengan diresmikannya pabrik ke-24 yang beroperasi di KIK,” ujarnya.

Dico menyebut, sudah ada 80 tenant di KIK. Dirinya juga berharap, dengan semakin banyak pabrik yang dibangun maka bisa meningkatkan investasi, khususnya di Kabupaten Kendal.

“Ini merupakan salah satu destinasi investasi yang sangat menarik bagi pelaku industri. Dan ini akan terus kita tingkatkan, kita pastikan iklim investasi di Kabupaten Kendal bisa terus kita jaga. Dengan cara bekomunikasi dan berkolaborasi, khususnya dengan pelaku industri di Kabupaten Kendal,” beber Bupati.

Baca Juga:  Badai Covid, Kinerja Perumda BPR Bapas Kota Semarang Justru Sehat dan Melejit

Dico mengatakan, pihaknya akan terus memberikan stimulus dan support dan terus menjaga iklim investasi.

“Supaya ke depannya lebih banyak lagi para pelaku industri yang berinvestasi di Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan, selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan PT KIK untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja. Dengan kerja sama ini, kata dia, para investor tidak akan kebingungan saat membutuhkan tenaga kerja, khususnya tenaga dari Kendal.

“Kita sudah membuka peluang kerja bagi warga Kendal, juga mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibiayai oleh Kementerian Perindustrian dan Tenaga Kerja, juga Pemerintah Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Komunitas Salunding Gelar Festival Kaladesa 2022, Catat tanggalnya  

Dico mengungkapkan, ada lahan total sekitar 5.000 hektare untuk kawasan industri, yang 1.000 hektare di antaranya telah dikelola oleh PT KIK.

“Mudah-mudahan yang rencana ekspansi lagi menjadi 2.200 hektare. Sedangkan di luar yang 2.209 hektare tersebut, yakni sekitar 3.000 hetare, juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT BSN Technologies Indonesia, Mr Miao qRenxiao menjelaskan, Baoshen Science and Applied Technologies adalah perusahaan asal China terbesar di 14 negara, dan berdiri sejak tahun 1988.

PT BSN perusahaan yang memproduksi bahan packaging atau kemasan untuk produk garmen (sepatu, pakaian, tas), produk furniture dan kosmetik, resmi memperluas bisnisnya dengan membangun pabrik pertama di Indonesia.

Baca Juga:  Kunjungi Pasar di Boyolali, Jokowi Semobil dengan Ganjar

Pembangunan pabrik pertama BSN berlokasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) di bawah nama PT BSN Technologies Indonesia (PT BTI) dengan luas sekitar 3,2 hektare dengan nilai investasi sebesar US$ 10 juta.

“Produksi utama kami adalah printing untuk packaging industri garmen dan sepatu, yang akan dipasarkan di dalam dan di luar negeri,” ujarnya.

Menurut Miao, nantinya akan ada 16 negara tujuan yang akan menerima ekspor dari PT BSN. Baik di Asia, Amerika maupun Eropa.

“Mudah-mudahan, dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 800 pekerja bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dalam memaksimalkan tenaga kerja dari Kabupaten Kendal,” ungkapnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *