Ferry Sebut Fly Over Ganefo Urai Kemacetan Jalur Penghubung Tiga Kota

Ferry Wawan Cahyono, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.
Ferry Wawan Cahyono, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.

SEMARANG (Awal.id) – Kemacetan lalu-lintas di wilayah Mranggen, Demak sedikit dapat diurai, menyusul diresmikannya Fly Over Ganefo oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (13/10).

Pembangunan jembatan layang Ganefo yang dibangun di atas perlintasan sebidang rel kereta api dianggarkan sebesar Rp 109 miliar dengan menggunakan dana APBD Provinsi Jateng.

Tujuan pembangunan Fly Over Ganefo ini untuk memecah atau mengurangi kemacetan lalu-lintas di kawasan tersebut. Jalur ini menjadi titik kemacetan, karena menjadi jalan penghubung antara Kota Semarang, Demak, Purwodadi hingga Blora.

Di sisi lain, jalur ini menjadi perlintasan kereta api, sehingga saat ada kereta api akan melintas hampir dipastikan terjadi kemacetan panjang. Selain ini, lokasi pembangunan jalan layang tersebut juga berdekatan dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat, yakni Pasar Ganefo, sehingga makin memperparah kemacetan di kawasan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menyambut gembira atas diresmikannya Fly Over Ganefo, Mranggen, Demak. Sebagai wakil rakyat, Ferry mengaku kerapkali mendapat keluhan dari masyarakat terkait kemacetan lalu-lintas di sekitar kawasan Pasar Ganefo.

Baca Juga:  Vaksin untuk Disabilitas Mulai Disuntikkan

“Mudah-mudahan pembangunan Fly Over Ganefo ini menjadi solusi terbaik untuk mengurai masalah kemacetan lalu-lintas di daerah kawasan ini. Keberadaan jembatan layang bisa mengurai kemacetan panjang di jalur penghubung Kota Semarang, Demak dan Grobogan,” kata Ferry di Semarang.

Kendati Fly Over Ganefo telah resmi dibangun, Ferry meminta masyarakat tetap harus mematuhi rambu-rambu lintas yang ada di lokasi tersebut. Masalahnya, keberadaan Fly Over Ganefo berdekatan dengan aktivitas masyarakat umum, seperti pasar, dan sekolah.

Dia mengingatkan para penggunakan kendaraan bermotor yang akan naik maupun turun dari Fly Over Ganefo agar meningkatkan kewaspadaan, karena lokasi itu selalu ramai dipadati masyarakat, khusus pada jam-jam kerja di mana anak-anak sekolah dan para pekerja hendak melakukan aktivitas rutinnya.

“Saya minta pengguna kendaraan agar berhati-hati saat turun atau naik dari jembatan layang tersebut. Pengendara jangan sampai lengah, agar tidak terjadi kecelakaan, karena kawasan itu menjadi aktivitas masyarakat setempat,” pesannya.

Baca Juga:  Kunjungi Ponpes Sukamanah, Ganjar Pegang Pedang Bambu Peninggalan Kiai Zainal Musthafa

Soal demo masyarakat setempat pada saat peresmian Fly Over Ganefo, Ferry mengatakan pembangunan proyek yang bersinggungan masyarakat pasti ada pro dan kontranya. Demikian pula dengan pembangunan jembatan laying Ganefo, di mana warga setempat mendesak pemerintah segera membuka akses ditutup selama pembangunan proyek tersebut agar dibuka kembali.

Politikus Partai Golongan Karya ini sependapat dengan Gubernur Jateng agar pembukaan akses jalan desa perlu dikaji terlebih dahulu agar keputusan yang diambil nanti betul-betul bermanfaat atau tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

Apalagi, sambung Ferry, pembangunan FO Ganefo merupakan realiasisasi dari tuntutan dan permintaan masyarakat setempat, mengingat kawasan Ganefo menjadi lokasi rawan macet pada jam-jam sibuk, terlebih lagi menjelang Idul Fitri dan hari-hari libur nasional.

Untuk itu, anggota legislatif dari daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen meminta warga setempat bisa ikut menjaga dan memelihara proyek ratusan miliar tersebut untuk membantu memakmurkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar: Anak Muda Jangan Nongkrong Dulu

“Kalau transportasi lancar, semua aktivitas usaha bisa ikut berjalan lancar. Bayangkan jika jalan setiap hari macet, berapa waktu yang harus dikorbankan untuk menunggu bisa melintas? Belum lagi, berapa uang yang dikeluarkan kalau macetnya sampai berjam-jam, kalau putar balik tentu malah tambah memakan waktu dan beaya beli bensin,” paparnya.

Di sisi lain, Ferry menilai keberadaan Fly Over Ganefo ini dapat mengurangi dan mencegah angka kecelakaan lalu-lintas di kawasan tersebut. Sebelumnya, sejumlah pengemudi kendaraan harus menjadi korban lantaran nekat menerobos palang pintu kereta api yang ditutup karena akan ada kereta api yang melintasi kawasan tersebut.

Menurut Ferry, pembangunan Fly Over Ganefo juga selaras dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian. Pada peraturan itu disebutkan perlintasan sebidang yang bersinggungan dengan jalur, agar dibuat tak sebidang dengan cara membuat fly over atau underpass. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *