Wisata Heritage Loco Tour KPH Cepu, Mengelilingi Area Hutan Jati dengan Menumpang Kereta Tua

BLORA (Awal.id) – Sektor pariwisata di Kabupaten Blora terus bergeliat. Awal tahun lalu, tepatnya pada 17 Januari 2022, destinasi wisatanya bertambah lagi diresmikannya Wisata Heritage Loco Tour KPH Cepu oleh Wakil Bupati Blora, H Arief Rohman MSi.

Disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat Perhutani dan Forkopimcam Cepu beserta masyarakat sekitar, launching ditandai dengan membunyikan beberapa kali suara loko tua “Bahagia” buatan Jerman tahun 1928. Suaranya yang melengking keras “nguuuuuuk nguuuuuuuk…!!” membuat sejumlah tamu undangan kaget.

Usai di-launching, seluruh pejabat mencoba naik kereta diesel wisata dengan menggunakan gerbong peninggalan Orde Baru sejauh 3 kilometer dari Halte Bengkel Traksi Loco Tour KPH Cepu menuju Puslitbang Perhutani KPH Cepu yang ada di Batokan.

Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu yang lama, H. Yudha Suswardhanto S.Hut, M.Sc yang mendampingi Wakil Bupati Blora saat peresmian, menjelaskan bahwa launching kali ini merupakan titik awal beroperasinya kembali Wisata Loco Tour.

Ada beberapa paket yang ditawarkan mulai dari Loco Tour Kereta Drensine, Loco Tour Kereta Ruston dan Loco Tour Kereta Uap “Bahagia” buatan Jerman.

“Alhamdulillah mimpi besar kita untuk mengaktifkan kembali wisata loko tour mulai terwujud. Meskipun belum bisa sampai ke Gubug Payung, semoga ini bisa menjadi pendorong untuk kebangkitan wisata loko tour secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Desa Wisata Pengungkit Ekonomi, Ferry Wawan Cahyono: Butuh Kreativitas dan Inovasi Tangan-Tangan 'Dingin' Warga

Beroperasi Setiap Hari

Menurutnya, Wisata Heritage Loco Tour ini akan beroperasi setiap hari. Di mana tiket masuknya untuk Senin-Jumat Rp 3000, sedangkan Sabtu-Minggu Rp 5000. Buka setiap hari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

 

LAUNCHING. Wakil Bupati Blora, H Arief Rohman MSi bersama jajaran KPH Cepi usai peresmian Wisata Heritage Loco Tour

LAUNCHING. Wakil Bupati Blora, H Arief Rohman MSi bersama jajaran KPH Cepi usai peresmian Wisata Heritage Loco Tour

Untuk loko Kereta Drensine sekali jalan biayanya Rp 50 ribu dengan penumpang maksimal 6 orang dewasa. Sedangkan untuk loko tour Kereta Ruston dari Depo ke TPK Batolan beroperasi setiap Sabtu-Minggu dengan penumpang per gerbong 25 orang. Biaya Rp 15.000 per kepala atau paket sewa Rp 750.000 per gerbong.

“Khusus loko tour Kereta Uap “Bahagia” biayanya lebih mahal yakni Rp 9 jutaan untuk jarak minimal dari Depo menuju Jembatan Batokan. Karena operasionalnya membutuhkan banyak kayu jati sebagai bahan bakar. Sedangkan untuk paket jalur maksimal hingga Gubug Payung memerlukan biaya hingga Rp 17 jutaan,” terangnya.

Launching tersebut dilakukan bersamaan dengan pisah sambut Adm Perhutani KPH Cepu dari H. Yudha Suswardhanto SHut MSc ke pejabat baru Agus Yulianto, SHut MM.

Baca Juga:  Bank Jateng Dukung Penanganan Stunting lewat Bantuan Beras Fortifikasi

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi usaha keras Perhutani KPH Cepu yang berhasil mewujudkan beroperasinya kembali Wisata Heritage Loco Tour.

Menurutnya, ini baru tahap pecah telur saja, sehingga masih banyak PR yang harus diteruskan oleh Adm Perhutani KPH Cepu yang baru untuk menyempurnakan hingga titik akhir di Gubug Payung yang berjarak sekitar 26 km.

“Kami dari Pemkab Blora siap bersama dengan Perhutani untuk mengupayakan agar loko tour bisa aktif kembali hingga Gubug Payung. Itu adalah mimpi besar kita bersama. Secara bertahap akan kita upayakan bersama Dinporabudpar, setidaknya bisa sampai Kedungpupur dahulu,” ucap Arief Rohman.

Dengan adanya geliat pariwisata, nantinya diharapkan bisa menaikkan kunjungan wisata di Kabupaten Blora. Sehingga akan berdampak pada peningkatan hunian hotel. Pihaknya juga ingin menyurati Kantor Kedutaan Besar Jerman.

Dinas Pendidikan, ke depan juga akan digandeng untuk mengajak anak-anak sekolah menikmati wisata loko tour sehingga generasi muda bisa mengenali sejarah perkereta apian di Kabupaten Blora yang dahulu dimanfaatkan untuk aktifitas hutan.

Sejarah Singkat

Kini Heritge Loco Tour yang bertempat di Jalan Sorogo Cepu menjadi daya Tarik wisata yang dimiliki dan dikelola oleh KPH Perhutani Cepu,

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Jateng Bekuk Komplotan Perampok Mesin ATM

Sejarah singkat terkait Heritage Loco Tour, pada mulanya adalah Bengkel Traksi atau Depo Loco tempat bersemayam Loco-loco tua milik Perhutani yang dibangun sejak tahun 1911, dan jaringan relnya dibangun pada tahun 1915.

Jaringan rel tersebut merupakan salah satu rel tertua di pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Sejak tahun 1915 dibangun jaringan rel kereta api di dalam kawasan hutan jati Cepu dengan panjang mencapai 300 km, dengan lebar sepur1,076 m.

Pemilihan lebar sepur ini dipekirakan untuk memudahkan sambungan rel lintas utama Semarang – Surabaya. Keberadaan jaringan kereta api di hutan Cepu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan lokomotif uap fungsi utamanya adalah sebagai alat transportasi pengangkut hasil hutan.

Adapun Lokomotif yang ada di depo Loco dan Bengkel Traksi awal mulanya terdiri dari: Lokomotif 4 (empat) bersaudara buatan Berliner Maschinebau – Actien Gesellsehft (BMAG), masing-masing diberi nama ‘Tujuh Belas’, ‘Agustus’, ‘Bahagia’, dan ‘Madjoe’ (untuk lokomotif ‘Madjoe’ ditempatkan di Kantor Pusat Perhutani Jakata.

Kemudian dua Lokomotif langsir uap buatan Du Croo dan Braun, Lokomotif Hanomag tahun 1922 eks PJKA C 2902., Lokomotif Drensin buatan Jepang merk Honda, Lokomotif Drensin hasil modifikasi dari jenis Colt T120, serta Lori onthel. (adv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *