7 Fakta Menarik Sejarah Lagu Indonesia Raya

Semarang (Awal.id) – Lagu Indonesia Raya memiliki perjalanan panjang semenjak diciptakan sampai menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pada tahun 1924.

Indonesia Raya memiliki fakta-fakta menarik untuk kita ketahui, apalagi sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati hari kemerdekaannya. Simak yuk perjalanan lagu Indonesia Raya dalam sejarah.

1. Lagu Indonesia Raya Diciptakan 21 Tahun Sebelum Merdeka.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman tahun 1942. Suatu hari WR. Supratman membaca sebuah artikel di majalah Timbul terbitan Solo yang menuliskan “Alangkah baiknya jika ada seorang pemuda Indonesia yang dapat menciptakan lagu kebangsaan, karena bangsa-bangsa lain sudah memiliki lagu kebangsaan mereka sendiri.” Inilah Yang menginspirasi WG. Supratman untuk membuat lagu kebangsaan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Peringatan Bencana, BPBD Pastikan EWS Jateng Berfungsi

2. Supratman Adalah Seorang Violonis Grup Jazz.

Selain pernah berprofesi sebagai seorang guru dan wartawan, WR. Supratman juga adalah seorang Violonis dan Komposer. Ia tergabung dalam sebuah grup bernama Black And White Jazz. Bayangkan, seorang violonis Jazz menciptakan sebuah lagu hymne!

3. Kata “MERDEKA” Disamarkan Menjadi “MULIA”.

Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan pertama kali di Kongres Pemuda ke-2, pemerintah kolonial Hindia Belanda tampak tidak senang dan khawatir pergerakan masyarakat Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda melarang pribumi menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tetapi masyarakat Indonesia tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan ‘menyamarkan’ kata “Merdeka, Merdeka” dalam lirik menjadi “Mulia, Mulia”.

4. Siulan Indonesia Raya Sebagai Penyemangat Masyarakat Pribumi Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda semakin tidak nyaman dengan keberadaan lagu Indonesia Raya. Kemudian masyarakat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan cara bersiul. Mereka saling ‘menyiulkan’ lagu Indonesia Raya dari mulut ke mulut kemanapun mereka pergi.

Baca Juga:  Awas, Pemilih Dilarang Memfoto-Merekam Coblosan di Bilik Suara

5. Arranger Lagu Indonesia Raya Adalah Orang Belanda.

Pada tahun 1950 lagu Indonesia Raya disempurnakan melalui aransemen seorang komposer dari Belanda Bernama Jozef Cleber. Aransemen inilah yang digunakan dan dinyanyikan sampai saat ini.

Jozef Cleber (wikipedia)

6. Supratman Menjadi Buronan Penjajah Karena Lagu Indonesia Raya.

Supratman selalu dikejar otoritas pemerintahan Hindia Belanda karena menciptakan lagu Indonesia Raya yang ‘viral’ pada saat itu. Ia masuk ke dalam daftar pencarian orang penjajah. Sang komposer juga sempat jatuh sakit karena kelelahan.

Sampai pada akhirnya ia ditangkap karena menciptakan lagu Matahari Terbit, sebuah lagu yang dianggap propaganda oleh pemerintah Hindia Belanda. ‘Matahari’ bisa dianggap sebagai Jepang yang ingin masuk ke Indonesia. Sedangkan “Matahari Terbit” bisa berarti kemerdekaan bangsa Indonesia yang akan segera terjadi.

Baca Juga:  3.952 Karya Masuk! JNE Content Competition Jadi Ajang Pembuktian Generasi Kreatif

7. Lirik Lagu Indonesia Raya Mengalami Beberapa Proses Penyempurnaan Lirik dan Bahasa.

Versi pertama lirik lagu Indonesia tentu saja yang dituliskan sang komposer, WR. Supratman, tahun 1924 menggunakan ejaan lama. Lalu mengalami perubahan lirik pada saat dinyanyikan pertama kali di depan Kongers Pemuda ke-2 tahun 1928.

Setelah diaransir oleh Jozef Cleber pada tahun 1950, lirik lagu Indonesia Raya mengalami perubahan lagi pada tahun 1958, masih dengan ejaan lama.

Kemudian lirik lagu Indonesia Raya menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD), tidak diketahui dengan jelas kapan dimulainya.

(dust)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *