Peringati HUT ke-3, Lindu Aji Pati Adakan Khitan Massal dan Santuni Penyandang Disabilitas

PATI (Awal.id) – HUT ke-3 DPC Lindu Aji Kabupaten Pati berlangsung meriah, Minggu (24/7/2022). Kegiatan yang dipusatkan di Plaza Pragolo tersebut dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan.
Hadir pula pendiri sekaligus pembina Ormas Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah, Sekretaris Dewan Pembina Untung Budiarso, beberapa Ketua DPC Lindu Aji Kota/Kabupaten di Jawa Tengah, jajaran pengurus, anggota dan simpatisan Lindu Aji se Kabupaten Pati.
Dari kalangan pemerintah hadir perwakilan dari Polres, Kodim, Banser, LBH Pemuda Djoeang dan beberapa Ormas lain serta masyarakat umum.
Yang menarik, pada perayaan HUT tahun ini, DPC Lindu Aji Kabupaten Pati menggelar beberapa kegiatan sosial, antara lain khitanan massal dan pemberian santunan untuk para penyandang disabilitas.
“Dalam suasana seperti ini, kami lebih tertarik dengan kegiatan sosial beripa pemberian santunas dan khitanan massal,” kata Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Pati, H Ahmad Sulaim Habibi, didampingi Sekretaris DPC Zahron Prasetiawan.
Acara yang dimeriahkan grup rebana dan sholawatan itu pun berlangsung khidmat. Pemotongan tumpeng yang menandai perayaan HUT ke-3 dilakukan oleh pendiri sekaligus pembina Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah, didampingi Pembina Lindu Aji Kabupaten Pati Joni Kurnianto dan para pengurus serta pejabat yang hadir.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan dari bagian hukum Setkab, Bupati Pati Haryanto mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan DPC Lindu Aji Kabupaten Pati.
“Saya berharap Lindu Aji terus maju dan berkembang. Kegiatan nyata yang dilalukan pada ulang tahun kali ini bisa ditindaklanjuti untuk mendukung kemajuan daerah. Kegiatan ini sebagai bukti positif keberadaan Lindu Aji Kabupaten Pati,” kata Bupati.
Sekretaris Dewan Pembina DPP Lindu Aji, Untung Budiarso, dalam sambutannya juga menyampaikan sejarah panjang dari sosok Ikhwan Ubaidillah selaku pendiri Lindu Aji. Imej tentang anggota Lindu Aji yang dinilai sebagai sosok-sosok pelaku kriminal atau preman menjadi tugas berat Ikhwan Ubaidillah dan para pendiri.
“Lindu Aji selalu dikaitkan dengan premanisme. Itu yang menjadi tugas berat para pendiri. Dalam perjalanan panjang, masyarakat bisa menilai bagaimana sebenarnya Lindu Aji. Dan DPC Lindu Kabupaten Pati membuktikan bahwa kami bisa melakukan hal-hal positif dengan kegiatan sosial pada ulang tahun kali ini. Ada khitanan massal, ada pemberian santunan untuk para penyandang disabilitas, dan lain-lain,” katanya.
Untung Budiarso berpesan kepada semua jajaran pengurus dan anggota Lindu Aji untuk tetap menjaga ruh perjuangan organisasi, dengan memberikan contoh perilaku positif di masyarakat.
“Lindu Aji mewadahi semua unsur. Anggotanya datang dari berbagai kalangan, ras, agama dan latar belakang. Bahkan ada tujuh profesor dan tokoh agama yang bergabung. Itu sebagai bukti bahwa Lindu Aji adalah Ormas terbuka yang bisa memberi nilai positif kepada masyarakat serta menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya. (is)



















