Viral Driver Ojol Kehilangan Rp 65 Juta, Ini Keterangan Kasatreskrim Polrestabes Semarang
SEMARANG (Awal.id) – Masyarakat digemparkan dengan video viral yang mengunggah kasus hilangnya uang sebesar Rp 65 juta di rekening salah satu bank nasional yang dimiliki seorang driver ojek online (ojol) di Semarang, Rabu (20/4).
Dalam pemberitaan yang beredar, driver tersebut bernama Kiswanto. Ia merupakan korban penipuan karena telah mengklik link undian berbadiah palsu dan dengan tidak sengaja menuruti perintah pelaku penipu untuk mengklik link yang menyertakan One Time Password (OTP).
Kiswanto saat itu sempat melapor ke Polrestabes Semarang. Bahkan beredar kabar, dia saat melapor mendapat perhatian yang kurang berkenan dari pihak kepolisian.
Menanggapi hal tersebut. Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan meluruskan terkait hebohnya sikap kepolisian atas pemberitaan yang beredar. Ia menuturkan bahwa saat itu memang korban membuat laporan di SPKT Polrestabes Semarang, kemudian petugas hanya bertanya kenapa uang sebanyak itu bisa berkurang.
“Setelah saya baca sekilas, duit itu hilang hanya 1X24 jam. Makanya ada pertanyaan itu uangnya dari mana. Kami tidak bermaksud meremehkan, tetapi hanya memastikan dari mana uang sebanyak itu dan kenapa bisa secepat itu hilang,” ungkap Donny saat ditanyai para awak media, di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/4).
Terkait pelaporan korban, sambungnya, saat melaporkan korban hanya meminta kepada polisi untuk dilakukan pemblokiran nomor rekeningnya, bukan pengaduan sebagai korban penipuan
Pihaknya menambahkan kalau sampai sejauh ini belum ada pengaduan resmi atau menyerahkan bukti-bukti apapun.
“Tapi dengan dasar itu kita masih melakukan penyelidikan. Karena kalau saya melihat atau memahami kasusnya ini kan penipuan dari aplikasi belanja online, dapat hadiah sampai dia seperti itu. Maka yang dilakukan dari pihak korban adalah melakukan pemblokiran dari nomor rekeningnya. Untuk korban silakan untuk melapor kembali dan membawa bukti-buktinyanya agar proses penyelidikan lebih jelas dan akan segera kita tangani lebih lanjut,” ujar Donny. (is)



















