Perumda BPR Bapas Kota Semarang Terima Tiga Trofi Bergengsi Top BUMD Awards 2022

SEMARANG (Awal.id) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar ( BPR Bapas) Kota Semarang berhasil memperoleh tiga trofi bergengsi dalam ajang Top BUMD Awards 2022 di Jakarta. Ajang penilaian bagi BUMD di seluruh Indonesia diselenggarakan oleh Majalah Top Business Jakarta. Acara puncak penyerahan trofi digelar Rabu (20/4) malam diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, dihadiri oleh lebih dari 650 orang, yang dilaksanakan sesuai Protokol Kesehatan Covid-19.
Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang menerima tiga trofi bintang 4 pada ajang nasional tersebut, yaitu untuk kategori Pembina Terbaik diraih oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kategori Perumda terbaik diraih oleh Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang, dan Direktur Utama terbaik diraih oleh Agus Puji Kusumanto SE sebagai Direktur Utama Perumda BPR Bapas Kota Semarang.
Tropi diterima oleh Direktur Utama Perumda Bank Pasar Bapas, Agus Puji Kusumanto SE yang hadir pada acaraa puncak tersebut. Sedangkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setda Kota Semarang, Drs Mukhamad Khadhik MSi.
Dirut BPR Bapas Kota Semarang, Agus Puji Kusumanto menyatakan rasa syukurnya atas perolehan penghargaan tersebut. Tahun 2022 ini adalah tahun kedua diraihnya tropi Top BUMD Awards dari Top Business.
‘’Alhamdulilllah, kami mengucap syukur atas diraihnya tiga tropi binttang 4 top Bussiness Awarads ini, yaitu Pembina Terbaik Bapak Walikota Hendrara Prihadi, BPR terbaik yaitu BPR Bank Bapas Kota Semarang, dan Dirut Terbaik,’’’ kata Agus Puji Kusumanto, Kamis (21/4).
Perumda BPR Bapas Kota Semarang menerima tiga tropi tersebut, atas kinerja yang terus meningkat. Dewan juri memberikan poin terutama bahwa pada masa pandemi Covid-19, BPR Bapas Kota Semarang justru melejit mencatatkan peninggkatan kinerja baik.
Dari tiga tahun kepemimpinan Agus Puji Kusumanto sejak tahun 2019, BPR Bapas dalam dua tahun terakhir telah berhasil membuka empat kantor kas untuk mendekatkan pelayanan kepada pedagang pasar, agar terhindar dari dampak negatif rentenir. Yaitu tahun 2021 membuka kantor kas Pasar Bulu dan Pasar Pedurungan, disusul pada tahun 2022 ini membuka dua kantor kas lagi, yaitu di Pasar Mijen dan Pasar Rasamala Banyumanik. Dari aset Rp 70 Miliar, setelah dibukanya dua kantor kas di Mijen dan Rasamala Banyumanik, diharapkan asetnya meningkat mencapai Rp 100 Miliar.
Ke depan, BPR Bapas Kota Semarang yang berkantor di lantai 4 Gedung Juang 45, Jalan Pemuda 163 Semarang direncanakan akan membuka lagi kantor kas di Pasar Johar dan Pasar Gunungpati.
Upaya lain turut menopang eksistensi UMKM di Kota Semarang adalah melalui kredit Wibawa yang dicanangkan oleh Walikota Hendrar Prihadi, yang nilai penyaluran kreditnya per Maret 2022 sudah mencapai Rp 17 Miliar.
‘’Kredit Wibawa dengan bunga 0,25 persen per bulan atau 3 persen per tahun, tanpa jaminan untuk nilai maksimal Rp 5 juta, kalau lebih dari Rp 5 juta harus pakai jaminan, dengan kredit maksimal Rp 50 juta,’’kata Agus Puji Kusumanto.
’Yang menggembirakan, meski masa pandemi, untuk setoran ke PAD besarnya tetap sesuai target, kami tidak minta revisi, dan Alhamdulillah target tercapai. Jika pada tahun 2019 setoran ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,1 Miliar, maka pada 2020 meningkat menjadi Rp 1,3 Miliar ditambah dana cadangan umum untuk penanggulangan pandemi covid, sehingga setoran menjadi Rp 1,5 Miliar. Sedangkan untuk tahun 2021 ditarget Rp 1,4 Miliar, dan berhasil kami capai dan sudah kami setorkan.
Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang juga berhasil mencatatkan rasio kategori sehat menurut standar Otoritas Jasa Keuangan. Rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) sangat tinggi mencapai Rp 70,23 persen, jauh di atas standar OJK yang minimal sebesar 12 persen. Profitabilitas atau ROA (Return On Assets) sebesar4,66 persen atau lebih tinggi dari standar minimal OJK yang sebesar 1,215 persen.
Perbandingan biaya bunga yang diberikan kepada nasabah dengan bunga yang diperoleh atau BOPO (Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional) sebesar 73,25 persen atau di bawah batas maksimal OJK yang sebesar 93,25 persen.
Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio besarnya dana pinjaman terhadap dana yang dihimpun sebesar 81,29 persen, masih di bawah standar maksimal OJK yang menetapkan maksimal 94,75 persen.
Acara Top BUMD Awards sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Majalah Top Business dengan sejumlah lembaga seperti I-Otda (Institut Otonomi Daerah), LKN (Lembaga Kajian Nawacita), SGL Management, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K. Harriman and Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Yayasan Pakem, Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran, dan beberapa lembaga lainnya.
Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2022, M. Lutfi Handayani, mengatakan bahwa ajang tersebut merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya.
Prof Dr Djohermansyah DjohanMA, Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, dalam kesempatan tersebut menjelaskan kriteria penilaian yang digunakan Dewan Juri dalam TOP BUMD Awards 2022.
Pertama, aspek pencapaian kinerja bisnisnya, baik dan berkelanjutan (achievement). Kemudian aspek yang kedua adalah, BUMD yang terus melakukan perbaikan (improvement).
Sedangkan yang ketiga, adalah aspek kontribusi dalam pembangunan daerah. Dan aspek yang keempat, adalah strategi/inovasi untuk mendukung bisnis dimasa Pandemi/Kenormalan Baru. (IS)



















