Siswa SMA Swasta Juga Digelontor Bantuan

SEMARANG (Awal id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya memerhatikan sekolah negeri tingkat menengah atas dan kejuruan serta Sekolah Luar Biasa, tapi juga memedulikan sekolah swasta. Ratusan miliar digelontorkan demi pendidikan masyarakat setempat.

Di SMK/SMA/SLB negeri di tahun 2022, digelontorkan anggaran yang dinamakan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan sebesar Rp 769.714.070.000.  Anggaran tersebut untuk menggratiskan biaya sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Suyanta mengatakan, kebijakan penggratisan biaya sekolah ini berasal dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Kebijakan penggratisan SMA/SMK/SLB negeri bertujuan memperluas akses pendidikan. Sehingga siswa kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah. Meskipun sekolah gratis, tetapi mutu pendidikan tetap diperhatikan.

Baca Juga:  Gelar Muktamar ke-41, Ganjar Puji Nasionalisme Al Irsyad

“Salah satunya dengan cara menggratiskan sekolah bagi SMA/SMK/SLB negeri. Kebijakan implementasinya adalah adanya BOP. Dari BOP itu SMA/SMK/SLB negeri itu gratis. Dengan demikian diharapkan dari sana, banyak siswa-siswa melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/SLB,” kata Suyanta di Semarang, Jumat (11/3).

Adapun untuk BOP SMK Jateng Semarang Rp 8.561.950.000 dengan jumlah siswa 720 siswa, SMK Jateng Pati Rp 4.175.788.000 dengan jumlah siswa 288 orang, SMK Jateng Purblingga Rp 5.921.585.000 dengan jumlah siswa 576 siswa. Serta SMK semi boarding Rp 6.556.500.000.

Baca Juga:  Vaksinasi Kedua Nakes Kota Semarang Capai 68 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Total siswa SMA negeri di Jateng mencapai 303.806 orang dengan jumlah sekolah 360 unit; SMK negeri terdapat 261.165 anak dengan jumlah sekolah 238 unit; dan SLB negeri sebanyak 8.684 siswa dari 69 unit sekolah.

Suyanta menerangkan, Jateng juga telah membuat beberapa SMK boarding atau disebut SMKN Jateng, yaitu di Semarang, Purbalingga dan Pati. Sekolah itu rekrutmen siswanya dilakukan secara khusus dan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Jateng yang miskin dan lolos seleksi.

Baca Juga:  Kadin Solo dan Kota Semarang Bangun Sinergitas untuk Pemulihan Ekonomi

Jumlahnya makin tahun makin banyak (siswanya). Dengan demikian di sana penganggarannya khusus karena ada anggaran untuk makan, untuk seragam, untuk sepatu dan kebutuhan sekolah lain dipenuhi Pemprov Jateng,” sambungnya.

Di samping SMK boarding, terang Suyanta, Jateng juga telah mendirikan sepuluh SMK semi boarding. Harapannya, dengan Pemprov Jateng memperkuat SMK, maka akan mengurangi pengangguran. Sehingga muaranya, kalau pengangguran berkurang, otomatis kemiskinan akan berkurang juga.

Dari catatannya, anggaran BOS daerah pada tahun 2022 total mencapai  Rp195,431,400,000. Anggaran tersebut untuk 607.021 siswa, dari 1.917 sekolah. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *