Tiga Rumah di Tandang Terbakar, Satu Orang Meninggal
SEMARANG (Awal.id) – Tiga rumah di Jalan Tandang Raya, Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (21/2) pagi tadi pukul 04.30 WIB, dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran itu menelan satu korban jiwa.
Kobaran api berhasil dipadamkan pukul 05.30. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) meninggalkan lokasi kejadian pukul 07.30. Tim Inafis Polrestabes Semarang yang sudah berada di lokasi kejadian telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna penyelidikan lebih lanjut.
Ketua RT setempat, Jianto menjelaskan tiga rumah yang dilahap si jago merah dihuni oleh Boniah, korban yang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Sedangkan dua rumah lainnya milik Jamal dan Sunoko.
Jianto mengatakan kebakaran itu pertama kali diketahui Hermawan, warga setempat, sekitar pukul 04.30.
“Saksi Hermawan saat hendak berangkat salat Subuh, dia melihat di belakang rumah korban melihat ada percikan api, dan kepulan asap hitam. Melihat hal tersebut, saksi spontan teriak mencari perhatian warga. Bahkan juga menyampaikan melalui pengeras suara musala. Selanjutnya, dilaporkan ke petugas Damkar Kota Semarang,” ungkap Jianto.
Ia memaparkan adanya kebakaran tersebut sempat membuat warga geger lantaran api berkobar begitu hebat. Apalagi di dekat lokasi kejadian juga merupakan kawasan padat penduduk. Api yang semakin membesar langsung merambat ke dua rumah lainnya yang berada di samping kanan kiri rumah korban.
“Asal api muncul diduga berasal dari ruang tamu rumah korban almarhum Toekiran. Mengenai penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ujar Jianto.
Jianto membeberkan rumah paling parah terlahap api dialami pada rumah Toekiran yang hampir seluruhnya ludes. Sedangkan dua rumah lainnya, seperti rumah milik Jamal juga hampir seluruhnya ludes, terutama warung kelontong milik Jamal.
“Hanya rumah milik Sunoko yang masih ada sisi rumah yang selamat dari kebakaran. Rumah milik Sunoko hanya alami kebakaran parah di sisi depan dan tengah dengan sisi belakang rumah lalu samping kanan atau utara rumah masih dapat diselamatkan. Kerugian ditafsir sekitar di atas Rp 300 juta,” beber Jianto.
Korban Meninggal
Sementara salah satu relawan, Mamat menambahkan korban yang meninggal bernama Boniah. Korban merupakan seorang wanita lanjut usia sekitar 65 tahun. Korban di dalam rumah tidak bisa menyelamatkan diri akibat terjebak kobaran api, yang sudah melahap rumah yang ditempatinya berukuran sekitar 6 meter kali 15 meter persegi.
“Jasad Boniah ditemukan di dapur dalam keadaan duduk menempel di tembok dan di kelilingi benda-benda roboh. Kaos yang ia pakai juga sudah menempel pada tubuh korban, akibat luka bakar di seluruh tubuhnya,” jelas Mamat, di lokasi kejadian.
Ia mengatakan pertama kali korban ditemukan di rumah bagian dapur, dengan posisi terduduk bersandar tembok. Selanjutnya, dievakuasi ke dalam kantong jenasah, dan dimasukan ke dalam mobil ambulan. Diduga karena korban sakit, korban tidak bisa menyelamatkan diri.
Saat ini jenazah korban, tambah salah satu tetangga korban, langsung dibawa ke rumah salah satu anaknya untuk proses pemakaman di TPU Begog Kecamatan Candisari Kota Semarang.
“Yang jelas korban sudah paruh baya, Ia tinggal di rumah sendirian. Anak-anaknya sudah berumah sendiri-sendiri, tapi tiap hari pasti dijenguk sama anaknya,” tambahnya. (is)




















