Mantan Dokter PSIS Semarang Meninggal Dunia, Liluk Sebut dr Djoko Punya Dedikasi Tinggi
SEMARANG (Awal.id) – Mantan Dokter PSIS Semarang Dr dr Djoko Trihadi Lukmono Subagyo meninggal dunia pada Kamis (24/2) malam.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PSIS Wahyu ”Liluk” Winarto mewakili manajemen mengucapkan sangat berduka atas meninggalnya dr Djoko.
Liluk menuturkan dr Djoko mempunyai banyak peran penting bagi PSIS Semarang. Tak hanya itu, saat masih menangani para pemain PSIS, dr Djoko memberikan pelayanan dengan sangat tulus.
“Saya mewakili manajemen PSIS Semarang ikut berduka atas meninggalnya dr Djoko. Dedikasi beliau bagi PSIS sungguh luar biasa. Tidak hanya jadi seorang dokter, tapi juga bapak angkat kami semua. Tak hanya itu, dalam merawat pemain yang cidera, di sela-sela kesibukannya, beliau senantiasa melayani dan merawat. Dedikasi itulah yang membuat kami selalu menaruh hormat kepadanya,” tandas Liluk dalam keterangannya.
Di sisi lain, Ketua Panser Biru Galih “Ndog” Eko P juga menyampaikan Panser Biru juga ikut berduka cita yang paling dalam atas meninggalnya dr Djoko.
Menurutnya, dr Djoko juga memiliki peran penting di Panser Biru. Di mana tidak, dr Djoko sebagai yang menginisiasi berdirinya Panser Biru Palmer (Palang Merah) yang beranggotakan banyak dokter dan perawat yang fans pada PSIS Semarang.
“Saya mewakili keluarga besar Panser Biru mengucapkan banyak terima kasih Dokter Djoko atas segala pengorbanan dan pengabdian untuk Panser Biru dan PSIS Semarang. Dokter Djoko orang baik, sugeng tindak dok, swargi langgeng kagem panjenengan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, dr Djoko adalah dokter spesialis anak yang juga bisa memberikan bantuan layanan medis konsultasi penyakit dalam. dr Djoko berpraktik di Rumah Sakit Siloam Semarang dan memiliki pengalaman praktik di Rumah Sakit Hermina Banyumanik dan Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. (is)



















