Wagub Taj Yasin: Antar-umat Beragama Harus Saling Menghormati

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir dan meresmikan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Wonogiri, Senin (10/01)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir dan meresmikan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Wonogiri, Senin (10/01)

WONOGIRI (Awal.id) – Peristiwa ditendangnya sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang Jawa Timur oleh seorang pria, belum lama ini, disayangkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Menurutnya, tindakan itu merupakan sikap tidak menghormati perbedaan dalam berkeyakinan.

“Ajaran di pondok pesantren selama ini tidak ada yang seperti itu. Kita saling menghormati. Kita berjalan bersama,” kata Wagub Jawa Tengah saat ditemui usai meresmikan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Wonogiri, Senin (10/01).

Baca Juga:  Puan Harap PHPU di MK Jadikan Pemilu Bermartabat Sesuai Konstitusi

Wagub berpandangan, warga pondok pesantren hanya diberikan amanat untuk menyampaikan ajaran Islam dengan tetap saling menghormati dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Kalau hidayah itu sudah berbeda. Maka memang kita harus melebur menjadi satu (hidup berdampingan), untuk mewarnai di situ,” katanya

Wagub mencontohkan keberhasilan Walisongo menyebarkan Islam di Indonesia, justru karena mereka berdakwah dengan menyesuaikan tradisi masyarakat di zaman itu.

Baca Juga:  Demokrasi yang Sehat, Ferry Wawan Cahyono Serukan Masyarakat Jaga Moral Politik

“Harus saling menghormati. Tadi Kyai Anwar (Zahid) juga menyampaikan bagaimana dakwahnya para wali di Indonesia. Mulai dari gending-gending-nya,  lagon-lagon (lagu-lagu) Jawa, syair-syairnya,” jelas dia.

Tegasnya, lanjut Wagub, justru cara pendekatan yang bersahabat dan toleran itulah yang membuat Islam mudah diterima. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *