Sering Mimisan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEMARANG (Awal.id) – Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Meski begitu, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak usia 3-10 tahun, lansia, wanita hamil, penderita kelainan darah, dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Mimisan atau epistaksis, biasanya ditandai dengan keluarnya darah yang berasal dari rongga hidung. Meski terlihat menyeramkan, mimisan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, Anda tetap perlu waspada karena mimisan dapat menjadi gejala dari suatu penyakit.

Merujuk Healthline, mimisan terbagi ke dalam dua jenis, yaitu anterior akibat pembuluh darah bagian depan hidung yang pecah, dan posterior yang terjadi di bagian terdalam sehingga berbahaya.

Kejadian mimisan yang berlangsung jarang sebenarnya bukan masalah serius sebab masih dapat ditangani dengan metode pengobatan rumahan.

Namun, beda halnya dengan mimisan yang sering terjadi, seperti pada hampir setiap minggu. Kondisi ini wajib dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut.

Baca Juga:  Songwriter Muda nan Berbakat Raissa Anggiani, Lepas Balada Menyentuh Berjudul ‘Kau Rumahku’

Penyebab umum dari mimisan yang perlu diketahui

  1. Flu

Flu atau pilek dan sinusitis dapat menyebabkan bersin berulang sehingga rongga hidung mengalami peradangan yang bisa berujung pada mimisan. Kondisi ini lebih rentan pada rinitis alergi dan non-alergi (radang selaput hidung).

  1. Udara dingin

Suhu dingin cenderung membuat kulit terasa kering. Selain itu, udara dinign juga sekaligus meningkatkan potensi mimisan.

Kekeringan menyebabkan pengerasan kulit di dalam hidung, yang kemudian memberi efek gatal dan iritasi. Jika hidung tergores, maka yang terjadi adalah perdarahan.

  1. Efek semprotan hidung

Sering memakai semprotan hidung untuk mengobati hidung gatal, berair, atau tersumbat dengan jenis antihistamin dan dekongestan bisa membuat selaput hidung kering.

Baca Juga:  Pekan Ini Hujan Meteor Bakal Warnai Fenomena Antariksa

Terlebih, jika obat-obatan tersebut dihirup dalam waktu cukup lama. Selaput hidung yang kering justru lebih mudah mengalami mimisan.

Adapun penyebab mimisan lainnya bisa dikarenakan beberapa hal berikut:

  • Benda asing tersangkut di hidung
  • Panas dalam
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Menggunakan aspirin dalam dosis besar
  • Polip hidung
  • Tumor hidung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan perdarahan seperti penyakit hemophilia
  • Gangguan pembekuan darah
  • Kanker
  • Leukimia
  • Aterosklerosis
  • Trombositopenia imun

Cara mengatasi mimisan

Perawatan menangani mimisan memang bervariasi, tergantung pada jenis dan penyebabnya, sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Supaya tidak salah mengambil tindakan saat terjadi mimisan, berikut cara mengatasinya seperti dilansir Healthline.

  1. Mimisan anterior

Jika mengalami mimisan anterior yaitu berdarah di bagian depan lubang hidung, cobalah untuk duduk rileks sambil tekan perlahan bagian hidung.

Baca Juga:  Nikmati Staycation Dengan Experience Menarik Bersama Radja Hotel Semarang

Pastikan lubang hidung tertutup dan lakukan teknik itu selama 10 menit, sambil condongkan tubuh sedikit ke depan, lalu bernapas melalui mulut supaya perdarahan berhenti.

Perlu diingat, jangan berbaring saat mimisan terjadi. Berbaring berisiko membuat Anda menelan darah yang bisa berujung pada iritasi perut.

  1. Mimisan posterior

Mimisan posterior biasanya terjadi di bagian belakang hidung. Darah juga cenderung mengalir dari bagian belakang hidung sampai ke tenggorokan.

Sebenarnya, mimisan posterior jarang terjadi kecuali pada kondisi tertentu seperti sakit atau hal lainnya. Jenis perdarahan hidung ini harus langsung dirujuk ke dokter.

Begitu juga dengan penyebab mimisan lain akibat cedera benda asing, penanganan paling tepat adalah segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *