Pemkot Semarang Gandeng Bintari, GIZ, dan Rethinking Plastics Gelar Kegiatan Pilah Sampah

SEMARANG, (Awal.id) – Pemerintah Kota Semarang menggandeng Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari), Rethinking Plastics, GIZ dan lembaga kerja sama internasional lainnya membuat gerakan pilah sampah. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sambiroto, Senin (17/1).

Kepala Kelurahan Sambiroto, Sri Mis Astuti saat melakukan peninjuan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pengolahan sampah di wilayahnya diinisiasi oleh Bintari, GIZ, Rethinking Plastics dan lainnya.

Menurut Sri, masalah sampah perlu menjadi perhatian bersama, mengingat daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA) di Jatibarang Semarang sudah overload atau melebihi kapasitas.

“Persoalan sampah di Kota Semarang masih menjadi masalah yang tidak mudah diselesaikan. Dengan daya tampung yang semakin “overload”, pada tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang, menjadi perhatian lebih dari tingkat kelurahan hingga RT dan RW,” ungkap Sri.

Baca Juga:  PLN dan Perhutani Sepakat Kerjasama Konservasi Hutan di Sekitar PLTA Cisokan

Sementara Ketua Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Resik Mandiri, Kiswanto kan mengatakan pengelolaan sampah dengan konsep reduce, reuse, recycle (TPS 3R) dapat membantu pemerintah dalam pilah sampah mencapai 30 persen.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bintari, Kelurahan Sambiroto, lembaga lainnya dan terutama masyarakat Sambiroto yang telah kepeduli dengan masalah sampah. Sosialisasi pemilahan sampah pada tingkat warga, RT, RW, berdasar jenis sampah, turut membantu pemerintah, serta lingkungan dari penumpukan sampah,” ujar Kiswanto, di TPS 3R Wanamukti.

Baca Juga:  Viral Ngobrol Seru Pake Aplikasi Club House, Apa Itu Club House?

Program yang juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLH) Semarang telah mendapat pendampingan dari Bintari sejak Mei 2021. Kegiatan pendampingan meliputi edukasi, pelatihan kepada pengurus, sosialisasi kepada petugas pengangkut serta rumah tangga yang dilayani oleh TPS 3R.

Field Officer Pendamping Wilayah Sambiroto, Fitri Ulul Azizah menambahkan TPS 3R Resik Mandiri memiliki kapasitas untuk menjalankan bisnis jual beli sampah dengan membeli sampah terpilah dari rumah tangga untuk dijual kembali kepada pengepul. Dia berharap aktivitas ini bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah yang bocor ke lingkungan.

Dia mengakui belum semua petugas pengangkut sampah, yang berjumlah 9 orang, bersedia masuk dalam kelembagaan TPS 3R. Dari jumlah itu, hanya tiga petugas pengangkut yang berada di bawah kepengurusan TPS 3R.

Baca Juga:  BRI Liga 1 Seri ke 4, PSSI Umumkan Penonton Boleh ke Stadion

“Dari 13 RT yang mendapatkan sosialisasi pemilahan sampah baru 9 RT yang melakukan pemilahan dengan sistem bank sampah,” imbuh Fitri.

Fitri menilai pengelolaan sampah di TPS 3R saat ini belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari overload-nya sampah di kontainer-kontainer. “Penumpakan sampah ini menimbulkan bau tak sedap. TPS 3R belum dapat melayani pembelian sampah secara menyeluruh, karena terkendala armada yang terbatas,” tandasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *