Pattiro Semarang Ajak Masyarakat Perangi Kenakalan Remaja

SEMARANG (Awal.id) – Pattiro (Pusat Telaah dan Informasi Regional) Kota Semarang bersinergi dengan IDEA melalui Program SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-Led Advocacy and Social Audit Networks) dengan dukungan pendanaan dari Uni Eropa dan Hivos, melakukan kegiatan Media Briefing melalui virtual dengan tema “Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pos Binaan Terpadu Remaja, Studi Kasus Karang Taruna Kelurahan Nongkosawit,” Senin (25/1).

Pada kesempatan tersebut, Pattiro Semarang menyoroti kenakalan remaja akibat minuman keras dan merokok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, persentase penduduk merokok di Kota Semarang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Bahkan peningkatan tersebut terjadi pada remaja antara usia 15-24 tahun. Data yang diunggah Pattiro Semarang menyebut jumlah remaja yang merokok naik dari 15,19%1 menjadi 15,71%2 per 14 April 2021.

Baca Juga:  Kejagung Tangkap Dua Terduga Penyuap Pejabat Dinkes Provinsi Sultra

Field Officer Program SPEAK di Kota Semarang, Amrinalfi Khair Wijayanto menjelaskan kali ini Pattiro Semarang bersama IDEA melalui Program SPEAK menggandeng Kelompok Perempuan Nongkosawit agar mampu membuat aduan publik. Selain itu juga mampu melakukan monitoring lapangan atas pelayanan publik.

Pihaknya menjelaskan untuk fokus advokasi dari kelompok tersebut terkait dengan pelayanan kesehatan pencegahan kenakalan remaja, utamanya merokok dan minum minuman keras.

“Oleh karena itu, perlu intervensi dari pemerintah dan warga agar kelompok remaja memiliki kesadaran kesehatan sedari dini. Komunitas Nongkosawit menilai upaya tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui Posbindu,” papar Amrin dalam memimpin media brefing melalu Zoom Meeting.

Baca Juga:  Prabowo Mania 08 dan Jokowi Mania Deklarasi Dukung Gibran Cawapres

Menurut Amrin, pelaksanaan Posbindu berkolaborasi dengan lurah, Karang Taruna, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang.

“Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan, konseling kepada remaja, dan penyuluhan tentang bahaya kenakalan remaja. Saya juga berharap pelaksanaan Posbindu tersebut bisa terus berjalan. Selain itu juga diharapkan karang taruna terus melakukan inovasi sehingga bisa meminimalisir kenakalan remaja di Kelurahan Nongkosawit,” ujar Amrin.

Sementara, salah satu pegiat Pattiro Semarang, Ella Cahyaning Maghfuroh, menambahkan pihaknya terus mendorong kelompok perempuan untuk aktif mencegah kenakalan remaja. Melalui kegiatan tersebut, Pihaknya mengajak kepada kelompok perempuan untuk ikut menjaga lingkungannya dari bahaya kenakalan remaja.

Baca Juga:  Pemberangkatan Umrah Mulai Dibuka Lagi, Jamaah Diminta Sabar Tunggu Giliran

“Adapun pencapaian kami di wilayah Kelurahan Nongkosawit adalah keaktifan kelompok perempuan. Selain itu dinas, kecamatan, sekolah, dan pihak lain juga bisa aktif mencegah kenakalan remaja. Termasuk seluruh warga untuk ikut serta berpartisipasi,” papar Ella.

Selain itu, Ketua Kelompok Perempuan Nongkosawit, Deviana mengatakan bahwa fokus utama penanganan kenakalan remaja di Kelurahan Nongkosawit adalah pada kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman keras.

“Memang selama ini belum ada cara efektif untuk mengurangi remaja sebagai perokok aktif, namun dengan adanya kegiatan seperti ini dapat mencegah hadirnya perokok baru,” ungkap Deviana. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *