4 Warga Semarang Terpapar Omicron Sembuh, Begini Kronologinya

SEMARANG (Awal.id) – Empat warga Kota Semarang dinyatakan terpapar Covid-19 varian Omicron. Keempat pasien tersebut berasal dari satu keluarga.

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan, kasus Omicron ini terdeteksi dari hasil 25 sampel whole genome sequencing (WGS) yang dikirimkan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jateng di Kota Semarang, beberapa hari lalu.

Dari 25 sampel itu, empat di antaranya dinyatakan positif Omicron. Sementara sisanya merupakan varian Delta.

Dalam keterangan tertulis dari DKK Semarang, disebutkan, temuan Omicron ini diperoleh dari satu keluarga. Mereka terpapar Omicron dari salah satu anggota keluarga yang baru saja pulang dari Malaysia pada 23 Desember 2021.

Baca Juga:  Dukung Vaksinasi, 14 Brand Lokal Indonesia Ini Gelar Program Promo Diskon

Pasien yang baru pulang dari Malaysia itu sebenarnya sempat melakukan karantina di Wisma Atlet Jakarta. Ia bahkan sempat menjalani tes PCR pada tanggal 30 dan 31 Desember 2021 dengan hasil negatif.

Meski demikian, setelah pulang ke Semarang, tepatnya 1 Januari 2022, ia merasa tidak enak badan. Ia kemudian menjalani tes PCR di sebuah klinik swasta dan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 pada 3 Januari 2022. Kemudian pada tanggal 5 Januari, istri dan kakaknya menjalani PCR secara mandiri di klinik swasta dan hasilnya positif.

Baca Juga:  Jaring Aspirasi, Ferry Wawan Cahyono: Anggota DPRD Wajib Sambangi Masyarakat

Mengetahui hal itu, petugas Puskesmas Tlogosari Kulon pun langsung melakukan tracing terhadap 26 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 itu. Dari hasil tracing itu didapati satu orang lagi yang terpapar Covid-19, yakni si anak pasien pertama.

Abdul Hakam menambahkan, keempat pasien Covid-19 varian Omicron itu pun telah menjalani isolasi secara mandiri, karena tidak memiliki gejala dan telah menjalani vaksinasi secara lengkap.

Baca Juga:  Kalahkan Arema FC, Resal Sebut Permainan PSIS Perlu Perbaikan

“Tanggal 18 Januari 2022, mereka sudah dinyatakan negatif [sembuh],” ujar Hakam dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1).

Kendati demikian, Hakam mengaku akan menindaklanjuti penemuan varian Omicron itu dengan mengaktifkan surveilans pendatang. Pendatang dari Jakarta maupun luar negeri akan diminta untuk melakukan tes swab lagi saat tiba di Kota Semarang. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *