Sido Muncul Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin
JAKARTA (Awal.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali meraih penghargaan dari Kementrian Perindustrian (Kemenperin) atas keberhasilannya menerapkan prinsip Industri Hijau.
Penghargaan tersebut diberikan karena Sido Muncul dinilai telah berhasil menjalankan prinsip keberlanjutan, termasuk pengaplikasian teknologi ramah lingkungan, pada proses bisnis dan rantai pasok usahanya.
General Manager Lingkungan Sido Muncul Hadi Hartojo menjelaskan penghargaan Industri Hijau ini sudah diterima oleh perusahaan sebanyak empat kali berturut-turut dan mendapatkan predikat tertinggi, yaitu Level 5.
“Sejak 2017, 2018, 2019, dan 2021 penghargaan tersebut kami terima. Hanya di Tahun 2020 lalu tidak diadakan karena masih dalam pandemi Covid-19. Mengenai penilaian penghargaan tersebut terdapat tiga aspek, yaitu aspek teknis, produksi, dan managemen. Dari ketiga aspek ini, Sido Muncul mendapatkan nilai di atas 92,” papar Hadi Hartojo usai menerima penghargaan di kantor Sido Muncul, Jakarta, Selasa (30/11).
Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan penghargaan Industri Hijau ini menjadi salah satu target Sido Muncul di bidang lingkungan hidup.
Irwan memaparkan untuk memelihara lingkungan dan bisnisnya, ada dua hal yang sama penting. Penerapan prinsip keberlanjutan pada industri jamu memiliki tantangan dan lebih sulit dibandingkan mengelola industri farmasi, karena limbah industri jamu memiliki kadar biological oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) yang tinggi.
“Kami mengembangkan teknologi untuk mengolah limbah. Termasuk, membangun plant dengan tangki up-flow anaerobic sludge blanket (UASB) untuk memproses berbagai varian limbah,” papar Irwan.
Sebagai perusahaan pabrik jamu, menurut Irwan, Sido Muncul tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tapi juga memperhatikan dampak lingkungan dari pemakaian bahan baku.
“Kami memilih bahan- bahan yang berkualitas, yang punya rendemen (perbandingan berat kering ekstrak dengan jumlah bahan baku) zat aktif yang tinggi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan baku secara berlebihan, sehingga lebih efisien dalam menjalankan produksi,” jelas Irwan.
Menurut Irwan, limbah padat dari proses produksi Sido Muncul juga diolah menjadi bahan bakar. Efisiensi energi yang didapat pun bisa berlipat. Sido Muncul juga akan membangun dan mengembangkan tempat pembibitan (nursery) tanaman rempah.
Nantinya, bibit tanaman rempah akan dibagikan kepada pemerintah dan masyarakat. Selain itu, Sido Muncul juga memiliki program pengembangan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional Sido Muncul.
“Kami sedang membangun desa wisata, seperti desa buah dan desa rempah. Adanya program tersebut juga turut dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), dengan seberapa besar dampak perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” tutup Irwan. (is)



















