Forwakot Gelar Doa Akhir Tahun 2021, Tutuk Carito : Jurnalis Harus Kritis dan Profesional

SEMARANG (Awal.id) – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang menggelar acara Doa Akhir Tahun 2021, di Pressroom DPRD Kota Semarang, Kamis (9/12).

Koordinator Forwakot, Tutuk Carito meminta sikap kritis jurnalis terhadap pemangku kebijakan tetap harus dijaga, tanpa meninggalkan profesionalismenya.

Menurut Tutuk, independensi jurnalis harus terus dijaga. Pasalnya, jurnalis merupakan ujung tombak penyambung lidah rakyat, sekaligus sebagai pemberi sajian infomasi yang akurat, fakta dan terpercaya.

“Masyarakat kita butuh informasi yang fakta, dan bukan hoaks. Kami, para wartawan yang bertugas di lingkup Pemerintahan Kota Semarang, akan terus memberikan informasi berita yang sesuai fakta,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkades Serentak, Rayon Polsek Gelar Apel Pengamanan Pilkades

Pada kesempatan itu, Tutuk berharap pada tahun 2022, para wartawan yang tergabung di Forwakot dapat menjanjikan berita yang sifat membangun sinergitas dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

“Semoga dengan terselenggaranya acara ini kekompakan jurnalis Kota Semarang semakin mantap,” kata Tutuk.

Tutuk mengatakan sikap kritis harus dilandasi dengan prinsip sinergi dengan para pemangku kebijakan tersebut

Acara doa akhir tahun ini dihadiri sejumlah wakil rakyat yang diduduk di legislatif Kota Semarang, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mu’alim, Liluk Wahyoe Winarto (Wakil ketua DPRD dari Fraksi Demokrat, Muhammad Afif (Wakil Ketua DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS), Anggota Komisi C Wachid Nurmiyanto dari Fraksi PAN, dan Danur Riepriyanto dari Fraksi Demokrat.

Baca Juga:  Nana Sudjana Harapakan Meninggalnya Petugas Pemilu Tidak Terulang Pada Pilkada 2024

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mu’alim mewakili Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman yang berhalangan hadir, memberikan wanti-wanti tentang peran pentingnya wartawan dalam mempublikasikan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai pemerintah.

Kendati menjadi mitra pemerintah, lanjut dia, wartawan harus memiliki sikap kritis untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Sikap kritis ini merupakan bentuk kontrol media massa terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang.

“Tak perlu sungkan-sungkan jika membutuhkan informasi dari anggota dewan, kami terbuka dengan kehadiran wartawan. Kami, para anggota Dewan sangat welcome kok,” tuturnya.

Baca Juga:  Setiap Hari 35 Perempuan Alami Kekerasan Seksual, KSP Desak RUU TPKS Segera Disahkan

Politisi Partai Gerindra itu menilai wartawan merupakan mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat, terutama mengenai kebijakan pembangunan dan program-program dari Pemerintah Kota yang sedang digencarkan saat ini.

“Dengan adanya jurnalis, masyarakat bisa dengan mudah memberikan masukan dan kritikan kepada Pemerintah Kota Semarang. Tanpa teman-teman wartawan, tentu Kota Semarang tidak bisa maju seperti saat ini. Kota Semarang yang Semakin Hebat inikan juga berkat campur tangan teman-teman media,” paparnya (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *