Siswa dan Guru yang Positif Covid-19 Wajib Jalani Isolasi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo (kiri), berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Ruang Rapat lantai 2 Gedung A, Senin (1/11)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo (kiri), berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Ruang Rapat lantai 2 Gedung A, Senin (1/11)

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menuturkan bahwa siswa maupun guru yang dinyatakan positif harus menjalani isolasi. Dan, pihaknya masih melakukan analisis terkait penularan Covid-19 di sekolah.

“Yang positif harus isolasi. Dan, kita tetap lakukan analisis. Kalau sekolah yang salah, misalnya Prokes tidak dilaksanakan, sarana prasarana tidak ada, ya ditutup. Tapi kita lihat dulu, penularannya di sekolah atau di luar sekolah. Tetap kita lakukan analisis” bebernya.

Baca Juga:  RKF Luxury Penuhi Kebutuhan Kaca Film im Anti Panas dengan Kualitas Tinggi

Menurutnya, pelaksanaan PTM harus terus mentaati prorokol kesehatan yang telah menjadi SOP. Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan di sekolah.

“Prokes kuncinya, di situ tetep dilakukan. Prokes sekolah mulai dari rumah, perjalanan ke sekolah, selama di sekolah, kembali ke rumah, sarana prasarana seperti cuci tangan sarana untuk fisikal distancing harusus ditaati semuanya. Standar sudah ada assement, tinggal ditaati saja,” tandasnya.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar: Jangan Cerita yang Serem-serem Terus

Sejalan dengan Yulianto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga meminta siswa maupun guru yang dinyatakan positif Covid-9 untuk diberi perawatan. Selain itu, harus dilakukan tracing dan testing terhadap sekolah yang bersangkutan.

“Iya tutup, sekolah tutup dulu dan dirawat anaknya. Dan dilakukan tracing dan testing. Pokonya SOP-nya begitu,” paparnya.

Namun demikian, orang nomor satu di Jawa Tengah itu memastikan PTM masih terus dilaksanakan di sekolah-sekolah yang aman dan tertib protokol kesehatan, serta tidak ditemukan kasus penularan.

Baca Juga:  Diresmikan Presiden, Bendungan Randugunting Blora Perkuat Ketahanan Pangan Tiga Kabupaten

“Jalan terus, yang lain tetep jalan. Dengan SOP itu menjadi kebiasaan yang bisa dipakai sebagai poedoman pelaksanan PTM. Kecuali masif di seluruh kota. Ditutup 14 hari, ada yang hanya lima hari yang penting diikuti tracing dan testing,” terangnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *