Program KMMI Unissula, Lahirkan Generasi Kreatif

SEMARANG (Awal.id) – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang bersama 87 perguruan tinggi di Indonesia melaksanakan program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) Kemendikbudristek Dikti yang dilaksanakan 28 Juli – 18 September 2021.  

Ketua Pelaksana KMMI, Irfan Rahmana SE MM menjelaskan dalam melaksanakan KMMI, pihaknya menggandeng communicasting academy dan akademi data Indonesia. Sedangkan kegiatan KMMI berupa course digital virtual public speaking.

“KMMI merupakan salah satu program yang mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka sesuai Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” kata Irfan di Semarang, Selasa (30/11).

Pada pasal 18, lanjut dia, disebutkan pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan seluruhnya dalam program studi pada perguruan tinggi atau memenuhi sebagian masa dan beban belajar dalam proses pembelajaran di luar program studi.

Baca Juga:  Kakak Beradik Asal Sragen Jadi Korban Sriwijaya Air, Harus ’Nilapke’ Anak Sebelum Berangkat Kerja

“Program KMMI muncul dari permintaan yang berkembang pesat untuk pendidikan berkualitas tinggi di masyarakat. Transformasi digital terjadi dibanyak industri, sehingga perubahan ini membuat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri,” paparnya.

Menurut dia, program KMMI menjadi bagian tambahan yang melengkapi pembelajaran di kelas. Selain itu, KMMI juga berguna mengisi kesenjangan keterampilan yang diberikan di perguruan tinggi dengan yang dibutuhkan di dalam dunia kerja dan industri.

Soal tujuan KMMI, Irfan mengatakan untuk memberikan alternatif pembelajaran yang lebih dinamis dan kompetitif guna memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperlukan dalam berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan industri.

Baca Juga:  Polres Kendal Gelar Operasi Keselamatan Candi 2025, Target Kurangi 30% Kecelakaan Lalu Lintas

Dia menyakini pemberian keahlian mikro kepada mahasiswa serta bukti sertifikat yang dapat menjadi portofolio pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dapat menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dan dunia kerja serta industri.

200 Mahasiswa

Irfan mengatakan KMMI Unissula melibatkan 200 mahasiswa, terdiri dari 180 mahasiswa internal dan sisanya dari mahasiswa ekternal Unissula. Para pengajar terdiri dari dua dosen dari Unissula dan tiga dosen dari dunia industri.

“Para peserta dibagi menjadi lima kelas, satu kelas terdiri dari 40 mahasiswa dan setiap kelas didampingi satu fasilitator dengan metode pembelajaran menggunakan kuliah interaktif, case method dan project based learning,” tandasnya.

Baca Juga:  Jelang Lawan Persib, 9 Komponen Tim Laskar Mahesa Jenar Positif Covid-19

Sementara itu Assoc Prof Drs Bedjo Santoso MT PhD dalam sambutan penutupan menyampaikan ucapan syukur alhamdulillah atas kepercayaan yang diberikan kepada Unissula, karena terpilih di antara 87 PT Pelaksana Program KMMI seluruh Indonesia.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada CEO Comunicasting Academy Donny de Keizer dan Founder Akademi Data Indonesia Hariyani SSos MIKom yang telah melatih dari awal sampai akhir,” ungkap Bedjo Santoso.

Pada KMMI itu peserta dengan nilai tertinggi diraih oleh Aisatus Sumarwiyah dari Prodi Pendidikan Matematika Universitas Nurul Jadid nilai 96,63 dan Sri Astutik dari prodi Pendidikan Matematika Unissula nilai 97,33.  (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *