Pemain dan Offisial Catur Wajib Tahu Ilmu Perwasitan

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua Pengcab Percasi Kota Semarang Ir Eko Budi Santoso ST menegaskan pemain catur dan offisial tim wajib mengetahui ilmu perwasitan. Dengan mengetahui tata cara atau peraturan catur, mereka bisa mengetahui jumlah perolehan nilai dan peluangnya untuk menjadi juara, serta memanfaatkan atau menghindari klaim-klaim saat terjadi di pertandingan.
“Jika pemain sudah terjun ke pertandingan, mereka dianggap sudah mengetahui peraturan permainan catur. Tidak ada alasan, jika suatu saat pertandingannya dihentikan wasit, karena melakukan pelanggaran,” kata Eko saat membuka Workshop Pelatihan Wasit Tingkat Dasar Percasi Kota Semarang, di Balai Kelurahan Petompon, Semarang, Sabtu (29/10).
Workshop Pelatihan Wasit Tingkat Dasar diikuti 26 peserta yang berasal dari perwakilan klub-klub anggota dan pengurus Percasi Kota Semarang. Pelatihan wasit yang menghadirkan dua narasumber, yakni Supriyo Adinomo BA PNU, WNP dan Lukas Edy Santoso, menyajikan materi sistem pertandingan catur, peraturan FIDE 2018 dan penerapan sistem pertandingan swiss manager.
Menurut Eko, pelatihan perwasitan tingkat dasar sudah menjadi agenda tahunan Percasi kota Semarang. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabiltas pecatur dan calon wasit dari wakil-wakil klub anggota Percasi Semarang.
“Saya ingin pecatur Semarang memiliki persepsi sama soal peraturan catur. Saya juga ingin pecatur dan pengurus maju bersama. Mudah-mudahan workshop ini berguna untuk kita semua,” kata Eko.

Para peserta workshop menyimak materi yang disajikan narasumber.
Dosen Fakultas Teknik Unnes Semarang mengakui pecatur Kota Lumpia kini telah menjadi barometer percaturan di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pecatur Kota Semarang yang mampu tampil sebagai juara di berbagai turnamen, baik skala regional maupun nasional.
“Kota Semarang jadi barometer percaturan Jawa Tengah ini, memang betul adanya. Ini semua karena pecatur Semarang mampu menunjukkan prestasi di berbagai turnamen dan kejuaraan nasinal,” tandasnya.
Antusias
Sementara itu, pelaksana pelatihan perwasitan tingkat dasar yang menampilkan narsum Supriyo Adinomo dan Lukas Edy Santoso berlangsung seru dan menarik. Para peserta tampak antusias untuk mengikuti materi yang disajikan oleh dua pecatur senior Kota Semarang tersebut.
Adinomo menjelaskan pada peraturan pertandingan catur terdapat berbagai sistem pertandingan yang biasa digunakan dalam suatu turnamen. Sistem pertandingan itu, antara lain sistem gugur, sistem round robin (kompetisi ½ dan kompetisi penuh), sistem shviningen dan sistem swiss.
Soal penerapan sistem pertandingan tersebut, kata Adinomo, tergantung pada keputusan panitia pertandingan. Biasanya, penggunaan sistem ini disesuaikan dengan jumlah peserta dan kesepakatan bersama antara peserta dan panitia.
“Semua sistem pertandingan ini sama baiknya. Soal sistem pertandingan yang dipilih, tergantung dari panitia penyelenggaraan turnamen,” paparnya.
Adinomo mengingatkan pecatur agar mengetahui peraturan Fédération Internationale des Échecs (FIDE) atau Federasi Catur Dunia 2018 (terbaru), sehingga mereka bisa memanfaatkan peluang atau menghindari kesalahan yang bisa menentukan hasil akhir pertandingan yang dilakoninya.

Para peserta dan pengurus Percasi Kota Semarang berfoto bersama seusai workshop.
Sedangkan pembicara Lukas Edy Santoso mengatakan sistem swiss manajer kini menjadi pilihan utama bagi para panitia penyelengara pertandingan catur.
Menurut Lukas, sistem swiss ini pola pertandingan hampir sama dengan sistem gugur, namun pemain yang kalah pada babak pertama langsung tersingkir dari pertandingan. Semua pemain harus memainkan jumlah babak pertandingan yang sudah ditentukan, misalnya lima babak, tujuh babak atau sembilan babak.
Soal rumusan ini babak yang diterapkan dalam sistem swiss manajer, kata Lukas, menggunakan rumusan pertandingan sistem gugur plus satu kali pertandingan.
“Misalnya pada laga sistem gugur yang peserta 8 orang, untuk mendapat juaranya pemain harus tiga kali pertandingan. Tapi, kalau menggunakan sistem swiss, kita mainkan pertandingan dalam empat babak,” jelas Lukas.
Menurut Lukas, untuk mempermudah perhitungan poin, pemasukan data pemain, dan pembuatan pairing, panitia pertandingan bisa menggunakan program data chess results.
Seiring kemajuan teknologi, lanjut Lukas, panitia pertandingan tidak perlu bersusah payah membuat tabel, menghitung poin masing-masing lawan dan membuat pairing pertandingan secara manual.
“Kita tinggal masuk data, seperti nama turnamen, nama pemain, berapa jumlah babak yang kita mainkan, kita tinggal klik saja. Kalau mau data kita tersimpan di chess results, kita tinggal masukkan kelompok INA (Indonesia) dan save, kejuaraan dan hasil turnamen kita bisa dilihat oleh pecatur di seluruh dunia,” papar.
Lukas juga mengajak peserta workshop yang ingin belajar praktik sistem swiss manajer bisa magang saat Percasi Kota Semarang menggelar turnamen Liga Antar Klub pada tanggal 7 November mendatang.
“Silakan peserta yang ingin magang belajar sistem swiss manager. Kami siap membantu peserta, untuk mengoperasional sistem ini,” tandas Lukas. (*)




















1 Response
[…] Baca Juga: Pemain dan Offisial Catur Wajib Tahu Ilmu Perwasitan […]