Gus Wahid United Minta Pemkot Semarang Tindak Tegas Kontraktor Jembatan Kaca

Gus Wahid
Gus Wahid

SEMARANG (Awal.id) – Koordinator Pegiat Pariwisata Kota Semarang Gus Wahid United mendesak ke Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan langkah tegas terkait kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dan mencemarkan nama baik kota dari sisi citra pariwisata.

“Saya kira tidak hanya memutus kontrak dan mem-blacklist saja, namun Pemkot juga harus mengajukan tuntutan. Kegagalan pembangunan jembatan kaca ini tidak hanya merugikan citra pariwisata yang dibangun Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan baik, namun juga berpotensi mengurangi PAD,” ujar Gus Wahid, di Semarang, Rabu (13/10).

Menurut dia, jembatan kaca ini merupakan salah satu program prioritas. Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang tidak cukup hanya memutus kontrak, namun juga harus menuntut ganti rugi kepada kontraktor pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo.

Baca Juga:  Mellyza Anggraeni, Anak Petani yang Dilantik Ganjar Jadi Anggota Paskibraka Jateng

Gus Wahid menyakini, Jembatan Kaca Tinjomoyo merupakan salah satu spot wisata yang dapat  membawa nama Semarang menjadi viral di masyarakat. Apalagi, belum banyak daerah lain yang memiliki spot seperti itu.

“Langkah menjadi destinasi pariwisata pertama yang memiliki jembatan kaca panjang melintas di atas sungai, pudar gara-gara kontraktor yang tidak bertanggung jawab. Sanksi bagi rekanan seperti ini jelas bukan hanya putus kontrak dan blacklist, tapi juga harus ada sanksi lain yang membuat jera kontraktor yang mengalami wanprestasi serupa,” tegas Gus Wahid yang juga menjadi pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).

Gus Wahid menjelaskan, pembangunan jembatan kaca semula digagas akan dibangun di tahun 2020. Namun akibat pandemi, alokasi anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19, sehingga pengerjaan proyek itu diundur di tahun ini.

Baca Juga:  Kakak Beradik Asal Sragen Jadi Korban Sriwijaya Air, Harus ’Nilapke’ Anak Sebelum Berangkat Kerja

Bahkan di awal tahun, lanjut dia, Walikota Hendrar Prihadi melalui akun Instagram pribadinya sudah mempromosikan pembangunan jembatan kaca ini yang rencananya sudah dapat digunakan akhir tahun.

Apalagi, tambahnya, saat ini Pemkot Semarang sedang getol membangun citra positif pariwisata Kota Loenpia. Terbukti di tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan ke Semarang mencapai 5,6 juta orang.

Soal penerapan sanksi administratif terhadap kontraktor yang wanprestasi, Gus Wahid mengaku sepenuhnya menyerahkan kepada dinas terkait. Namun upaya untuk membuat jera kepada rekanan yang mencoreng nama baik Pemkot Semarang dan citra pariwisata, juga harus ditegakkan.

Baca Juga:  Mahfud Sebut Pengajuan Hak Angket DPR untuk Pemilu Sangat Boleh, Tapi ...

Progress 7 Persen

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sih Rianung mengakui progress pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo baru 7%. Padahal, sudah mulai dikerjakan Juli lalu.

“Hingga saat ini rekanan baru menyelesaikan pembuatan sumur untuk pondasi, itu pun belum sempurna. Kalau dilihat dari perkembangannya, ya tidak akan cukup waktu dua bulan ini untuk menyelesaikan. Tapi kami masih tunggu itikad baiknya, meski sudah jelas sepertinya akan kami putus kontrak,” terangnya.

Rianung mengaku sudah memberikan peringatan kepada rekanan yang bersangkutan. Apalagi secara progress, sudah ada deviasi 25% dari perkembangan yang sudah seharusnya dicapai oleh rekanan ini. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *