Setia Konstitusi dan Reformasi, Jokowi Tegaskan Tolak 3 Periode

Presiden Jokowi

JAKARTA (Awal.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki niat atau berminat menjabat sebagai Presiden RI selama tiga periode karena setia pada Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan amanah Reformasi 1998.

Menurutnya, Jokowi tidak memiliki niat atau berminat menjabat sebagai Presiden RI selama tiga periode. Pernyataan tersebut telah ditegaskan Jokowi pada beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2021, ‘Saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanahkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama,” kata Fadjroel, Sabtu (11/9).

Baca Juga:  Varian Corono Baru, Omicron Muncul, Abdul Hakam Minta Masyarakat Lebih Waspada

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut adalah sikap politik Jokowi untuk menolak wacana presiden tiga periode maupun memperpanjang masa jabatan presiden.

Jokowi, menurutnya, memahami bahwa amendemen UUD 1945 adalah domain dari MPR dan sikap politik dari Jokowi itu berdasarkan kesetiaan kepada UUD 1945 dan amanah reformasi 1998.

“Pasal 7 UUD 1945 amendemen pertama merupakan masterpiece dari gerakan demokrasi dan reformasi 1998 yang harus kita jaga bersama. Disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Cara Jitu Kajari Boalemo Lawan Dampak Covid, Edukasi Masyarakat dan Pegawai Kejaksaan Manfaatkan Lahan untuk Budidaya Pertanian dan Peternakan

Diketahui, wacana amendemen UUD 1945 digulirkan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet, yang juga kader Partai Golkar. Bamsoet mengklaim amendemen kali ini hanya untuk menghidupkan PPHN.

Bamsoet membantah rencana amendemen UUD 1945 juga untuk menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia pun akan menggelar diskusi terbuka terkait PPHN.

“Sekaligus menepis berbagai hoaks terkait perpanjangan masa jabatan presiden-wakil presiden maupun penambahan periodisasi presiden menjadi tiga periode,” kata Bamsoet dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/9).

Baca Juga:  Ferry Bangga Pemprov Jateng Raih 3 Penghargaan BKN Award 2022

Di sisi lain, semenjak isu perpanjangan masa jabatan presiden belakangan menguat, Ketua Umum relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau Noel mengusulkan agar masa jabatan Presiden Joko Widodo diperpanjang 2 sampai 3 tahun.

Noel beralasan kondisi darurat pandemi virus corona (Covid-19) yang berkepanjangan membuat pemerintahan Jokowi tidak maksimal bekerja untuk rakyat.

“Jadi durasi jabatan presiden ditambah selama 2 sampai 3 tahun bisa jadi solusi. Ini beda dengan wacana presiden 3 periode yang harus via pemilu,” kata Noel dalam keterangan resminya, Kamis (2/9).

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *