Seminar Bidhumas Polda Jateng, Kapolda Minta Polisi Jadi Sahabat Digital Masyarakat

SEMARANG (Awal.id) – Polda Jateng mengadakan seminar Bidhumas dengan tema “Optimasi Peran Polri Sebagai Sahabat Digital Warga Jawa Tengah”. Kegiatan seminar akan dilaksanakan selama dua hari 28-29 September 2021, di Gedung The Wujil Kabupaten Semarang.
Seminar yang dibuka Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dihadiri 16 pejabat utama Polda. Kegiatan ini diikuti 70 peserta, di antara dari kasihumas, anggota reskrim, dan awak media.
Kapolda menjelaskan peran Polri sebagai sahabat digital sangatlah penting. Polri harus membuka ruang publik serta memberikan informasi positif pada masyarakat di tengah derasnya arus ujaran kebencian, informasi palsu dan muatan negatif lainnya.
Selain itu, lanjut Kapolda, agar muatan positif itu sampai ke masyarakat selaku audience, anggota Polri harus cerdas menjalin komunikasi dua arah dengan mereka.
“Para anggota harus cerdas dan kreatif menciptakan trending issue di masyarakat. Oleh sebab itu, perlu kejelian melihat tren yang berkembang serta membangun berbagai cara agar komunikasi dengan masyarakat bisa terbangun,” papar Luthfi dalam sambutannya. Selasa (29/9)
Luthfi menandaskan Polri mempunyai tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat di era digital saat ini. Konten negatif yang berkembang di dunia maya harus di-counter dengan muatan yang mendidik dan informatif.
“Kejahatan di dunia maya saat ini menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Polri perlu mengambil langkah tegas menyikapi hal tersebut,” pintanya.
Menurut Kapolda, ruang digital sangat luas, sehingga Polri memiliki patroli cyber dan virtual police, yang tugasnya mengawasi dunia maya agar tidak serta merta semrawut. “Di sana ada hack, hate speech, dan hoax,” tegas Luthfi
Luthfi mengatakan fenomena tindak pidana yang patut diwaspadai saat ini adalah kejahatan cyber, di mana kasus di dunia maya antara korban dan pelaku tidak pernah bertemu.
Hal ini dibenarkan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Karena marak kasus kriminal sekarang melalui sosial media maka kami mempunyai virtual police yang untuk mengawasi di media sosial,” tambah Luthfi.
Kapolda berharap hasil seminar yang didapatkan anggota Polri dan wartawan dapat menyamakan presepsi dalam hal pengetahuan terkait ruang digital, aspek-aspek hukum, serta scientific problem solving (penyelesaian masalah secara ilmiah) yang bisa dilakukan untuk masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menambahkan tujuan seminar sahabat digital untuk mendekatkan kepada masyarakat dengan membuka ruang-ruang publik. Implementasi yang dilakukan adalah membuka komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pelatihan terhadap personel. Kami juga akan membuka komunikasi dua arah melalui akun yang selama ini tidak pernah dibuka,” ujar Iqbal. (is)



















