Prodi Matematika UPGRIS Gelar Pendampingan Kewirausahaan Komunitas Mathpreneur
SEMARANG (Awal.id) – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus mengembangkan kemampuan mahasiswanya untuk mengembangkan dunia usaha.
Melalui Komunitas Mathpreneur, Program Studi Pendidikan Matematika UPGRIS menggelar pendampingan kewirausahaan dengan menghadirkan dua nara sumber Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun SE SH dan Ketua Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif MES Jateng sekaligus Wakil Ketua Kadin Semarang Zhakiah Jhoban SE, baru-baru ini.
Kaprodi Pendidikan Matematika UPGRIS, Dr Lilik Ariyanto MPd mengatakan kegiatan pendampingan kewirausahaan ini dilakukan untuk menciptakan wirausahan muda dari kalangan mahasiswa pendidikan matematika.
“Mahasiswa yang mengikuti pendampingan kewirausahaan ini menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya. Para mahasiswa matematika mampu memberi teladan serta contoh bahwa dunia kewirausahaan yang berbeda dengna program studi lain. Keterampilan ini menjadi bekal serta kompetensi lain agar mereka mampu bersaing di masyarakat,” tutur Lilik.
Sedangkan Ketua Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif MES Jateng Zhakiah Jhoban SE mengungkapkan fenomena pertumbuhan lapangan pekerjaan yang tidak seimbang dengan lulusan perguruan tinggi merupakan tantangan besar.
“Untuk menjawab tantangan itu, program studi perlu menyiapkan formula kurikulum yang mampu menjembatani dunia kampus dengan industri,” ungkap Zhakiah Jhoban.
Dia menilai ide pendampingan kewirausahaan pada komunitas mathpreneur merupakan langkah maju dan cerdas.
“Kesempatan mentransformasi skill mahasiswa langsung ke dunia industri akan menjadi batu pijakan para mahasiswa untuk menyiapkan masa depannya yang lebih cerah apalagi data selalu menunjukkan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia masih sangat sedikit,” imbuh ketua ICPA.
.Sementara Ikhsan Ingratubun memberikan apresiasi yang tinggi dalam kegiatan pendampingan kewirausahaan ini. Menurutnya, pengkolaborasikan dan mengelaborasi kemampuan-kemampuan dasar wirausaha dari sudut pandang matematika merupakan suatu hal yang unik, namun sangat inovatif.
Ikhasan menyakini pemenang usaha di masa pascapandemi ini adalah orang-orang yang mengusai dunia digital dan kemampuan menginterpretasikan data.
“Para mahasiswa matematika UPGRIS sudah memiliki itu semua. Mahasiswa berpotensi yang tergabung dalam komunitas mathpreneur ini sudah memiliki kompetensi. Pemberian motivasi, mendampingi serta menilai mereka pasti akan jadi teladan bagi mahasiswa berwirausaha,” tandas Ikhsan. (*)



















