Megawati Beri Arahan Mitigasi Bencana, Ganjar Siap Langsung Laksanakan

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri

SEMARANG (Awal.id) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan arahan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Tidak hanya mengenai sistem peringatan dini, tetapi juga bagaimana tanggap darurat, reaksi cepat, dan tepat sasaran seandainya bencana terjadi.

Hal itu disampaikan Mega pada pembukaan Pelatihan Manajemen Baguna PDI Perjuangan secara daring, Selasa (28/9).

Mega juga sempat menyoroti beberapa daerah di Jawa Tengah yang dinilai rawan longsor dan banjir karena banyak pegunungan dan sungai.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng langsung melaksanakan arahan tersebut. Bahkan sejak lama  area rawan bencana di Jawa Tengah sudah dipetakan.

Baca Juga:  LDII Nasional Dukung Visi Misi Ganjar Wujudkan Indonesia Emas 2045

BPBD Jawa Tengah, menurut Ganjar, sudah melakukan rapat beberapa hari lalu untuk memetakan wilayah rawan itu. Sebagai contoh, kesiapsiagaan di daerah pegunungan seperti wilayah eks Karesidenan Kedu ke arah Barat sampai Eks Karesidenan Banyumas.

“Ini rawan longsor maka kita harus edukasi kepada mereka (masyarakat). Kemudian daerah sekitar pegunungan karena seluruh wilayah di sekitar pegunungan itu rawan longsor termasuk di sekitar Soloraya karena ada Gunung Lawu dan beberapa daerah rawan longsor,” katanya.

Baca Juga:  Dukung Program Pembangunan Pemerintah, Bank Jateng Ambulance untuk Desa Jabung kepada Bupati Klaten

Pemetaan juga mengarah pada daerah-daerah yang lebih rendah. Itu juga sebagai antisipasi apabila longsor tidak selesai diduga akan ada lepasan air yang mengakibat genangan atau banjir di wilayah rendah.

“Peringatan yang diberikan Bu Mega tadi termasuk area rawan banjir. Semarang raya ini termasuk rawan banjir, Solo atau di sekitar Bengawan Solo itu juga rawan. Terus kemudian kita bisa cek seluruh sungai besar seperti Elo itu juga bisa rawan banjir. Kita musti menyiapkan atau siap siaga,” jelas Ganjar.

Baca Juga:  Inovasi Cemilan dari Jamur Tiram, Kelompok Jejamuran Ati Becik Sukses Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Banjardowo Semarang

Dalam kesiapsiagaan inilah Baguna PDI Perjuangan harus siap. Tentunya harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, juga dengan SAR, PMI, TNI, Polri, sampai dengan BNPB dan BPBD-nya.

“Tadi siang di Jawa Tengah juga ada Baznas Siaga Bencana. Ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang cukup bagus. Kalau bisa dikonsolidasikan maka tidak hanya soal mitigasi pencegahan tapi seandainya terjadi tanggap darurat mereka cukup terlatih untuk itu termasuk search and rescue-nya,” pungkas Ganjar. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *